

Si penggerak sosial yang strategis (SCOEN) dan si jiwa pesta penuh empati (SLUAI) sama-sama hidup di tengah orang banyak. Yang satu lewat strategi, yang satu lewat empati.
SCOEN membangun hubungan secara strategis. SLUAI berusaha merangkul luka semua orang. Awalnya kamu merasa cara SCOEN menavigasi membuat empati SLUAI jadi lebih efisien. SLUAI pun memercayai pikiran strategis SCOEN. Karena keduanya sama-sama menganggap orang itu penting, mereka bisa jadi partner yang baik saat bersama.
SLUAI ingin memperhatikan semua orang. Ketika SCOEN bilang "orang ini bukan fokus kita", SLUAI bertanya "lalu orang itu bagaimana?". Pilihan strategis SCOEN terasa dingin di mata SLUAI. Sebaliknya, empati SLUAI yang tanpa henti terasa tidak efisien bagi SCOEN. SCOEN bilang "kita tidak bisa menolong semua orang", tapi SLUAI justru merasa SCOEN itu egois.
Saat keduanya membantu seseorang bersama, semuanya terasa pas. Pergi membantu teman pindahan, SCOEN mengatur alurnya dan SLUAI mendengarkan isi hati teman itu—pembagian peran seperti itu terasa alami. Tapi setelah selesai dan duduk di kafe, SLUAI mulai membahas kabar teman yang lain lagi, dan SCOEN diam-diam mulai melirik ponselnya. Yang satu terus ingin memperhatikan orang, yang satu sekarang ingin waktu berdua saja.
“Agar keduanya bisa bersama, SCOEN harus menerima empati SLUAI bukan sebagai kelemahan, melainkan kekuatan. Dan ketika SLUAI sadar bahwa meski tak bisa menyelamatkan semua orang, memperhatikan secara mendalam orang yang bisa ia jaga adalah sebuah strategi, mereka berdua menjadi partner yang membangun empati yang bijaksana.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →