

SCOEI merajut ide-ide bak benang lalu menciptakan sesuatu, dan SCUAI mengikutinya secara alami seolah berjalan di atas benang itu.
Keduanya suka orang dan punya selera humor, jadi suasana di pertemuan pertama terasa enak. SCOEI dengan cepat menggambar latar dari situasi ini, dan SCUAI memberi rasa nyaman di atas latar itu. Saat SCOEI mencari pola sambil berkata "ini nyambung, itu juga nyambung", SCUAI mengiyakan secara alami "iya, memang gitu". Saat bekerja pun, SCUAI cenderung menerima ide SCOEI tanpa penolakan, jadi gesekan kecil sedikit.
SCOEI merasa sesak membuang waktu tanpa rencana, dan SCUAI stres kalau ada rencana. Saat SCOEI berkata "ayo susun rencana minggu ini", SCUAI sudah lesu mood-nya. Saat SCOEI berkata "kenapa selalu dadakan?", SCUAI menjawab "kan itu lebih nyaman". Di momen itu, sistematika SCOEI dan kebebasan SCUAI bertabrakan langsung.
Saat duduk bareng di kafe adalah momen paling alami. SCOEI bercerita bagaimana kejadian hari ini saling terhubung, dan SCUAI puas hanya dengan mendengarkan sambil tersenyum "iya, memang gitu".
“Hanya dengan sikap SCUAI yang mau menerima saat SCOEI menjelaskan idenya, mereka berdua sudah punya alasan yang cukup untuk bersama.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →