

Si penjelajah penghubung segala hal (SCUEI) dan si jiwa pesta penuh empati (SLUAI) sama-sama orang yang terhubung lewat emosi. SCUEI menjelajahi koneksi emosi, dan SLUAI berusaha berbagi emosi. Saat pertama bertemu, sepertinya keduanya akan saling mengerti dengan sangat dalam.
SCUEI berusaha memahami emosi SLUAI. SLUAI berusaha memercayai SCUEI dengan dalam. Saat bersama, dunia emosi yang dalam terbuka. Tapi SCUEI terus berusaha menemukan tautan koneksi yang lain. SLUAI berpikir "kamu sudah mengertiku, jadi sekarang harus mencintaiku, kan?", sedangkan SCUEI sudah mengikuti koneksi yang lain.
Sisi tersembunyi SCUEI jadi lebih bebas. SLUAI berusaha mencintai SCUEI lebih dalam bahkan dalam sisi tersembunyi. Ia berteriak "kamu segalanya bagiku", tapi SCUEI merespons "itu masalahmu". SLUAI merasa ditinggalkan, dan SCUEI ingin lepas dari kungkungan emosi ini.
SLUAI ingin menjaga hubungan ini selamanya. SCUEI terus berusaha menemukan hal baru. Seiring waktu, SLUAI merasa dirinya tak cukup.
“Agar keduanya bisa bersama, SLUAI harus menerima kebebasan SCUEI, dan SCUEI juga jangan sepenuhnya mengabaikan emosi dalam SLUAI. Ketika keduanya menghormati ritme masing-masing, mereka bisa menciptakan koneksi yang benar-benar bermakna.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →