

Si pengembara berjiwa bebas (SCUEN) dan si pengejar pencapaian yang dramatis (SLOAN) berdiri di sisi yang berseberangan. SCUEN berusaha untuk tidak terikat, dan SLOAN berusaha membuktikan dirinya. Saat pertama bertemu, sepertinya keduanya bisa saling mengubah.
SCUEN berpura-pura menyemangati ambisi SLOAN, tapi sebenarnya menganggap kebebasannya sendiri yang paling penting. SLOAN iri pada kebebasan SCUEN, sekaligus merasa SCUEN tak cukup menyemangatinya. Saat SLOAN bertanya "kamu akan menyemangatiku, kan?", SCUEN mungkin sudah merencanakan petualangan berikutnya.
Sisi tersembunyi SCUEN jadi lebih bebas. SLOAN pun jadi lebih cemas dalam sisi tersembunyi. Ia mengulang "kamu benar-benar suka aku?". Saat SCUEN bilang "tentu saja, tapi aku harus pergi", SLOAN berteriak "kenapa kamu nggak memilihku?".
SLOAN ingin memperdalam hubungan ini, sedangkan SCUEN terus bersiap pergi. Saat SLOAN membicarakan "masa depan kita", SCUEN sudah memikirkan cara melarikan diri dari masa depan itu.
“Agar keduanya bisa bersama, SCUEN jangan sepenuhnya mengabaikan kebutuhan SLOAN, dan SLOAN juga harus bersiap menerima kebebasan SCUEN. Tapi kalau satu pihak ingin pergi dan pihak lain ingin tinggal, konflik tak terhindarkan.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →