

Sang pengembara berjiwa bebas (SCUEN) dan manusia bak kembang api (SLUEN) mirip dalam hal sama-sama hidup dalam kebebasan momen. Saat bertemu, waktu seakan berhenti, dan segalanya tampak mungkin. Keduanya tak menganggap momen ini akan abadi.
SCUEN dan SLUEN sama-sama ringan, sama-sama bebas. Saat bersama, semuanya sungguh indah. Siapa pun yang pergi lebih dulu, tak ada yang kecewa. SCUEN menginginkan kebebasan yang tenang, SLUEN menginginkan kebebasan yang penuh gairah. Saat bersama, momen itu sungguh sempurna.
Sisi tersembunyi SCUEN jadi makin bebas. Sisi tersembunyi SLUEN jadi makin intens. Saat bersama, nyala api terbaik pun berkobar. Tapi akan tiba saatnya nyala itu padam, dan muncul situasi di mana tak ada yang tahu siapa yang akan pergi lebih dulu. Sebab keduanya sudah siap untuk pergi.
Saat bersama kalian menciptakan momen-momen terbaik. Tapi saat terpisah, bisa jadi kalian tak memikirkan satu sama lain. Ini bisa terasa baik, bisa juga sedih.
“Hubungan kalian berdua bisa jadi yang paling bebas dan paling indah. Kalau setiap kali bertemu kalian menyalakan nyala baru, dan saat berpisah kalian bisa tanpa penyesalan, pertemuan kalian bisa menjadi momen yang benar-benar sempurna. Selama kalian tak mengharapkan keabadian.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →