

SLOAI dan SLUAI sama-sama punya banyak emosi. Hanya saja SLOAI berusaha tak menampakkan emosi itu, sedangkan SLUAI ingin menampakkannya kepada semua orang.
Saat bersama, kedalaman empati kalian luar biasa. SLOAI membaca hati SLUAI, dan SLUAI menarik keluar emosi tersembunyi SLOAI. Sebab kalian saling memahami melebihi siapa pun. Saat pertama bertemu, terasa "Wah, orang ini tahu persis isi hatiku". Bisa menangis bersama, bisa tertawa bersama. Saat keduanya berada di gelombang emosi yang sama, tak ada hubungan yang lebih intim dari ini.
Masalahnya, saat SLUAI meluap-luap, SLOAI justru berhenti. SLUAI ingin mencurahkan semua emosinya, sedangkan SLOAI berkata "Tunggu, mari kita tenang dulu". Di saat itu SLUAI merasa "Kamu mengabaikan emosiku". Keduanya sama-sama gelisah, tapi cara keluar dari kegelisahan itu sepenuhnya berbeda sehingga berbenturan.
Momen terbaik adalah ketika kalian berpegangan tangan tanpa tahu siapa yang lebih dulu. Tak butuh kata-kata, hanya lewat tatapan mata hati saling tersampaikan. Saat itu, baik SLOAI maupun SLUAI merasa dirinya tak sendirian.
“Ada yang harus kalian pelajari. Kalau SLOAI sedikit lebih menampakkan emosinya, dan SLUAI sedikit menurunkan emosinya, kalian berdua bisa berbagi empati paling indah di dunia. Hanya saja, hati-hati agar beban yang satu tak meruntuhkan yang lain.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →