

SLOAI dan SLUEI sama-sama punya banyak energi. Hanya saja, kecepatan mengalirnya energi itu sepenuhnya berbeda.
SLOAI kagum pada ide-ide SLUEI. Sambil berpikir "Bagaimana bisa terpikir hal seperti ini?". SLUEI berterima kasih karena SLOAI sungguh-sungguh mendengarkan idenya. Di awal SLOAI berusaha mengikuti SLUEI, dan SLUEI menuntun SLOAI. Saat bersama, hal-hal baru pun lahir. Kalian saling memantik, dan bermimpi bersama.
Isi kepala SLUEI selalu sudah beralih ke hal berikutnya. Ide-ide lama sudah membosankan. SLOAI gelisah karena merasa SLUEI mengkhianati rencana mereka. Saat ia berkata "Kita sudah sepakat melakukan ini", SLUEI menjawab "Itu pikiran kemarin". SLOAI merasa SLUEI tak bisa dipercaya, dan SLUEI merasa SLOAI berusaha mengikatnya.
Momen paling nyaman bagi kalian adalah saat butuh hal baru. Saat SLUEI bertanya "Sudah lihat ini?" dan SLOAI menyahut "Oh, bagus juga", napas kalian berdua jadi seirama.
“Akan baik kalau SLUEI belajar. Bahwa tak semua ide bisa punya nilai yang sama. Akan lebih baik kalau SLOAI belajar. Bahwa keplinplanan SLUEI bukan ketakacuhan, melainkan memang SLUEI orang yang seperti itu.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →