

Si pembaur sosial yang strategis (SCOEN) dan si pengejar pencapaian yang dramatis (SLOAN) sama-sama menginginkan yang terbaik. Yang satu dengan strategi, yang satu dengan ambisi.
SCOEN mengejar kesuksesan lewat relasi. SLOAN berusaha jadi yang terbaik dengan kemampuannya sendiri. Awalnya mereka terlihat saling melengkapi. Jaringan SCOEN membantu kesuksesan SLOAN, dan ambisi SLOAN memperkuat strategi SCOEN. Keduanya menginginkan kesuksesan, jadi ada sinergi saat bersama.
SLOAN memercayai kemampuannya sendiri. Saat SCOEN berkata "ayo manfaatkan jaringan", SLOAN berpikir "berarti itu bukan pencapaianku dong?". Pendekatan strategis SCOEN terasa seperti mengancam harga diri SLOAN. Sebaliknya, kekeraskepalaan SLOAN terlihat tidak efisien bagi SCOEN. SCOEN berkata "ada cara yang lebih cerdas", tapi SLOAN merasa "jadi kamu nggak percaya aku ya?".
Saat di kafe SCOEN membuka catatan "proyek kali ini minta bantuan siapa ya?", SLOAN di sebelahnya malah menutup materinya sendiri. SCOEN berharap SLOAN meminjam jaringannya, dan SLOAN merasa begitu meminjam, pencapaiannya jadi separuh. Dua jam yang sama di kafe yang sama, tapi kepala yang satu tertuju pada orang, kepala yang satu tertuju ke dalam dirinya.
“Agar mereka bisa bersama, SCOEN harus menerima kemandirian SLOAN bukan sebagai kelemahan, melainkan kekuatan. Ketika SLOAN juga tahu bahwa jaringan SCOEN tidak merebut pencapaiannya, mereka jadi pasangan yang mewujudkan kesuksesan secara bijak.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →