

SLOAN dan SLOEI sama-sama dramatis. Hanya saja SLOAN bergerak hari ini demi esok, sedangkan SLOEI melupakan segalanya demi hari ini.
SLOAN iri pada kebebasan SLOEI. SLOEI bisa senang meski tanpa rencana, dan menari meski masa depan tak pasti. Bagi SLOAN itu pemandangan yang ajaib. SLOEI juga menyukai SLOAN. Sebab keyakinan SLOAN menuntunnya. Awalnya SLOAN berusaha membawa SLOEI ke jalannya, dan SLOEI menarik SLOAN ke masa kini. Tarik-menarik itu terasa menarik.
SLOAN mengendalikan hari ini demi kesuksesan esok. Tapi SLOEI merasa rencana itu mengurungnya. SLOAN membujuk "Ini demi masa depan kita". SLOEI bertanya "Kenapa tidak boleh demi kita yang sekarang?". Waktu kalian berdua pun berbenturan.
Momen paling nyaman bagi kalian adalah saat SLOAN melepas kesempurnaan dan tertawa bersama SLOEI. Saat tertawa sambil saling menatap tanpa rencana. Saat SLOAN berusaha menciptakan momen seperti itu, SLOEI merasa SLOAN memilihnya.
“Akan baik kalau SLOAN belajar. Bahwa tak semua pencapaian harus merampas masa kini. Akan lebih baik kalau SLOEI belajar. Bahwa rencana SLOAN pun kadang merupakan cara melindungi kalian berdua.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →