

RLUEI hanya percaya pada intensitasnya sendiri, sedangkan SLUAI memikul luka semua orang sebagai miliknya. Yang satu menjalani masa kini yang intens, yang lain menyerahkan masa kini di tengah luka semua orang.
Intensitas RLUEI membangunkan SLUAI. SLUAI menerima gairah RLUEI sebagai sumber tenaga. RLUEI pun menyukai empati mendalam SLUAI. Di awal, mereka kira bisa saling mengubah. Tapi RLUEI menganggap hanya masa kini yang penting, sedangkan SLUAI merasa harus memeluk seluruh masa lalu dan masa depan. Saat premis dasarnya berbeda, hubungan menjadi kelelahan.
Sisi tersembunyi RLUEI menampakkan pelarian "hanya momen ini yang mutlak, sisanya tak penting", sementara sisi tersembunyi SLUAI merasakan beban berlebih "luka semua orang adalah tanggung jawabku". Saat RLUEI mengabaikan rasa tanggung jawab SLUAI, SLUAI justru memikulnya lebih dalam. Intensitas justru menghancurkan pasangan.
Saat bersama RLUEI, SLUAI ingin menurunkan bebannya, tapi RLUEI sudah berpindah ke hal berikutnya. Tak ada ruang bagi SLUAI untuk menikmatinya.
“Agar mereka bisa bersama, RLUEI perlu mengakui bahwa rasa tanggung jawab SLUAI bukan kelemahan melainkan jenis intensitas yang lain, dan SLUAI perlu belajar bahwa ia tak harus memeluk segalanya. Tapi karena premis dasar keduanya berbeda, ruang untuk bersama menjadi sempit. Menjaga ruang sempit itu adalah yang terbaik bagi hubungan ini.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →