

SLUAI dan SLUEI sama-sama punya banyak emosi sekaligus banyak pikiran. Saat bertemu, kalian saling berkata "Wah, kamu juga merasakan ini?" lalu mengobrol secara mendalam. Tapi karena keduanya dalam kondisi kelebihan informasi, saat bersama jadi makin rumit.
SLUAI adalah orang yang merangkul semua emosi, dan SLUEI adalah orang yang menjelajahi semua ide. Saat bertemu, obrolan tak ada habisnya. Emosinya dalam, idenya melimpah, dan waktu pun berlalu sekejap. Keduanya merasa dipahami sehingga jadi sangat akrab. SLUAI merasa menemukan "orang yang menerima emosiku", dan SLUEI merasa menemukan "orang yang mendengarkan pikiranku". Maka kimia di awal benar-benar bagus. Hanya saja seiring waktu keduanya mulai kelebihan informasi. Terbersit "Apa ini ada habisnya?" sambil kelelahan.
Kalau SLUAI dan SLUEI bertengkar, jadinya benar-benar rumit. SLUAI terluka secara emosional, dan SLUEI berusaha menganalisis kejadiannya. Maka obrolan terus berseberangan. SLUAI berkata "Berempatilah padaku", dan SLUEI menganalisis "Tapi situasi seperti ini...". Dalam proses ini SLUAI merasa "Kamu mengabaikan emosiku", dan SLUEI merasa "Kenapa kamu terus menghindari logika?". Begitu sisi tersembunyi muncul, benturan ini memuncak. Sebab keduanya jadi menganggap hanya caranya sendiri yang benar.
Saat kalian berusaha memahami sesuatu bersama, dan saat menolong seseorang bersama, itu menyenangkan. Saat kecerdasan emosi SLUAI bertemu kemampuan SLUEI memecahkan masalah, jadilah tim yang benar-benar kuat. Tapi dalam keseharian, sering kali keduanya tenggelam dalam dunianya masing-masing.
“Agar kalian bisa lama bersama, kalian harus "menghormati cara memproses yang berbeda". SLUAI cukup tak menerima analisis SLUEI sebagai kedinginan, dan SLUEI cukup tak menerima emosi SLUAI sebagai ketaklogisan. SLUAI bisa berkata pada SLUEI "Pikiranmu pun adalah emosi bagiku", dan SLUEI bisa berkata pada SLUAI "Emosimu pun adalah data bagiku". Dan kalau keduanya sesekali menetapkan "waktu untuk bengong beristirahat", kalian berdua bisa jadi hubungan yang paling saling memahami.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →