

Si orang bak sinar mentari yang mengalir (SCUAI) dan manusia bak kembang api (SLUEN) sama-sama setia pada saat ini. SCUAI bersinar dengan lembut, SLUEN dengan dahsyat. Saat bertemu, waktu terasa seperti sihir. Keduanya tak percaya pada keabadian.
SCUAI dan SLUEN sama-sama ringan. Janjinya ringan, emosinya pun ringan. Saat bersama benar-benar menyenangkan. Kalau ada yang pergi duluan tak kecewa, kalau ada yang pergi duluan pun mengerti. Ketika kebebasan SCUAI bertemu semangat membara SLUEN, momen itu jadi paling indah. Karena keduanya tak terlalu memikirkan hubungan ini secara mendalam, tak ada beban.
Sisi tersembunyi SLUEN paling intens. Ia mempertaruhkan segalanya seolah momen ini benar-benar yang terakhir. SCUAI tetap mengambil satu langkah mundur bahkan dalam mode sisi tersembunyi. Saat SLUEN bilang "ayo ingat momen ini selamanya", SCUAI mungkin sudah memikirkan yang berikutnya. Kesungguhan SLUEN berbenturan dengan ketenangan SCUAI.
Saat bersama mereka yang terbaik, tapi saat terpisah hampir tak ada ikatan. SLUEN ingin mengingat pertemuan ini, sedangkan SCUAI sudah beralih ke yang berikutnya. Kesungguhan SLUEN dan ketidakpedulian SCUAI bertumpang tindih.
“Pertemuan keduanya paling indah, tapi paling sulit bertahan. Kalau SLUEN menerima kebebasan SCUAI, dan SCUAI juga merespons intensitas SLUEN dengan tulus meski singkat, pertemuan mereka akan menjadi kembang api yang abadi.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →