32personas
Diri publik & pribadi

Punya Banyak Teman tapi Tetap Kesepian · Diri yang Terisi di Antara Orang dan Diri yang Terisi Saat Sendiri

Jadwal penuh, tapi malam sepulang ke rumah terasa kosong. Kesepian bukan soal jumlah orang, melainkan soal cara kamu dijangkau. Dibagi tiga cabang, dengan apa yang perlu diatur di tiap cabangnya.

“Kamu” dalam tulisan ini, benar-benar dirimu? Cek diri publik & diri tersembunyimu gratis

Setiap akhir pekan ada janji, grup chat berbunyi seharian, ulang tahun dibanjiri puluhan ucapan. Tapi begitu pulang dan mematikan lampu, rasanya anehnya hampa. “Temanku banyak, kenapa aku kesepian?” Kalimat itu sulit diucapkan pada siapa pun. Takut terdengar seperti orang yang tidak bersyukur. Padahal ini tidak langka, dan kalau dilihat lewat tekstur kepribadian, penjelasannya cukup jelas. Tulisan ini membagi “banyak orang tapi kesepian” ke dalam tiga cabang, dan menunjukkan apa yang perlu diatur di masing-masingnya.

Kesepian bukan soal jumlah orang

Pertama, satu salah paham yang perlu dibereskan. Kesepian bukan “tidak ada orang di dekatku,” melainkan “aku tidak dijangkau sebanyak yang kuinginkan.” Karena itu bersama sepuluh orang pun bisa kesepian, dan bersama satu orang pun bisa terasa penuh. Kalau temanmu banyak tapi tetap kesepian, bukan orangnya yang kurang, melainkan cara kamu dijangkau yang meleset. Melesetnya terutama dengan tiga cara.

Cabang 1: tempat terisi dan tempat terpakai berbeda

Tiap orang terisi energinya di kursi yang berbeda. Ada yang terisi di antara orang, ada yang terisi saat sendirian. Kalau teksturmu condong ke sendirian tapi jadwalmu penuh dengan orang, janjinya menyenangkan, tapi selesai janji kamu kosong. Bukan karena tidak menyenangkan, melainkan karena hal yang menyenangkan itu sekaligus menguras.

Kesepian jenis ini sebenarnya adalah kelelahan. Yang kamu rindukan bukan orang, melainkan waktu untuk mengisi diri. Tapi karena terasa “kesepian,” kamu membuat lebih banyak janji, makin terkuras, makin hampa, dan masuk ke lingkaran itu. Cara memeriksanya sederhana: lewati satu hari akhir pekan tanpa janji, dan kalau setelahnya perasaanmu membaik, ini cabangmu.

Cabang 2: hanya dirimu di depan orang yang dijangkau

Orang yang banyak temannya biasanya pandai mengelola dirinya di depan orang. Membaca suasana, menyambung obrolan, membuat lawan bicara nyaman. Tapi kalau hanya sisi itu yang lama-lama ditunjukkan, teman-temanmu hanya akrab dengan dirimu di depan orang. Dirimu saat sendirian, dirimu saat goyah, dirimu yang tidak seru: tak ada yang mengenalnya. Akibatnya hubunganmu luas, tapi di hubungan mana pun “aku yang sebenarnya” tidak terjangkau.

Kesepian ini datang sebagai rasa “tidak ada yang mengenalku.” Puluhan ucapan ulang tahun tetap terasa hampa karena itu: pesan-pesan itu ditujukan pada dirimu di depan orang, bukan dirimu saat sendirian. Yang dibutuhkan di sini bukan teman baru, melainkan menunjukkan sedikit dirimu saat sendirian pada satu atau dua teman yang sudah ada.

Cabang 3: dijangkau secara luas, tapi tidak dalam

Ada orang yang mendapat kekuatan dari hubungan yang dangkal dan luas, ada yang hanya terisi lewat hubungan yang sempit dan dalam. Kalau kamu yang kedua tapi semua hubunganmu terhampar dangkal dan luas, orang yang kamu temui banyak, tapi tak ada satu pun “orang yang boleh kutelepon jam tiga pagi.” Ini bukan cacat kepribadian, melainkan jarak antara kedalaman yang diminta teksturmu dan kedalaman yang sebenarnya.

Tanda cabang ini adalah “semuanya baik, tapi tak ada yang benar-benar kurindukan.” Makin hubungan ditambah, justru makin mudah kesepian, karena waktu terpotong makin kecil dan tak ada hubungan yang punya celah untuk mendalam.

Tiga pertanyaan untuk tahu cabangmu

  1. Setelah melewati satu hari tanpa janji, perasaanmu membaik atau makin turun? Membaik berarti cabang 1.
  2. Apakah teman-temanmu tahu “hari burukmu”? Kalau tidak, cabang 2.
  3. Adakah setidaknya satu orang yang bisa kamu telepon jam tiga pagi? Kalau tidak, cabang 3.

Masuk ke beberapa cabang sekaligus tidak apa-apa. Tumpang tindih justru lebih sering.

Yang perlu diatur, per cabang

Cabang 1: jaga dulu ruang kosong di jadwal. Masukkan waktu sendiri ke kalender sebelum janji dengan orang. Begitu waktu itu terjamin, janji-janji yang tersisa jadi menyenangkan lagi. Bukan mengurangi teman, melainkan mengubah urutan.

Cabang 2: tunjukkan satu hal pada satu orang. Tidak perlu membuka semuanya pada semua orang. Pada satu teman yang paling nyaman, coba ucapkan satu kalimat saja: “belakangan ini sebenarnya agak berat.” Kalau dia menerimanya, satu hubungan itu jadi dalam, dan yang satu itu mengangkat sebagian besar kesepianmu.

Cabang 3: jangan diperluas, pilih. Alih-alih menambah lingkaran baru, pilih dua tiga dari hubungan yang sudah ada dan temui mereka sering dan lama. Kedalaman lahir dari jumlah pertemuan dan waktu. Bertemu orang yang sama sepuluh kali jauh lebih tidak kesepian daripada bertemu sepuluh orang masing-masing sekali.

Diriku di depan orang dan diriku saat sendirian

Yang menembus ketiga cabang itu satu: ada jarak antara dirimu di depan orang dan dirimu saat sendirian, dan hubunganmu hanya menjangkau yang di depan. Jarak yang besar bukan hal buruk. Hanya saja, kalau hidup tanpa mengetahui jarak itu, kamu akan menaiki kurva aneh: makin banyak orang, makin kesepian.

Karena itu, mengukur dirimu di dua kursi secara terpisah lebih dulu akan membantu. Lihat seberapa beda sosiabilitasmu di depan orang dan saat sendirian, dan bagaimana amplitudo emosimu bergerak di dua kursi itu, maka “kesepianku masuk cabang mana” terlihat dalam angka. Setelah itu tinggal memilih salah satu resep di atas.

Singkatnya

  • Kesepian bukan soal jumlah orang, melainkan cara dijangkau.
  • Cabang 1 adalah kelelahan. Jaga dulu waktu sendirian.
  • Cabang 2 adalah “tidak ada yang mengenalku.” Buka satu kalimat pada satu orang.
  • Cabang 3 adalah kurangnya kedalaman. Jangan diperluas, pilih dan temui sering.
  • Ukur dirimu di depan orang dan dirimu saat sendirian secara terpisah, dan cabangmu terlihat.

Tes kepribadian gratis menampilkan dirimu di depan orang dan dirimu saat sendirian masing-masing dalam lima sumbu. Seberapa lebar sumbu sosiabilitas merenggang di antara dua kursi itu adalah petunjuk pertama untuk membedakan tiga cabang dalam tulisan ini.

Tulisan ini dimaksudkan untuk membantu memahami diri dan tidak menggantikan diagnosis atau perawatan psikologis. Kalau kesepian berlangsung lama dan keseharian ikut runtuh, bicaralah dengan profesional.

Suka cerita ini?

“Kamu” dalam tulisan ini, benar-benar dirimu?

Cek diri publik & diri tersembunyimu gratis

Gratis · Mulai tanpa daftar