

Seorang penjelajah yang tenang bertemu seorang filsuf yang tenang. RCOEI mencari koneksi dan makna, RLOAI melihat kecemasan yang tersembunyi di balik koneksi itu. Keduanya orang yang dalam, tapi arah pandangnya berbeda.
Kalian berdua saling memahami secara mendalam. Ada momen saat RCOEI menemukan pola sesuatu lalu RLOAI berkata "Iya, aku juga begitu...". Saat mengobrol bersama, lahir percakapan terbaik. Dalam pekerjaan pun, kemampuan RCOEI menghubungkan dan pertanyaan mendalam RLOAI menciptakan sinergi yang bagus.
Sisi tersembunyi RCOEI terus mencari koneksi baru dan merasakan kegembiraan dalam proses itu. Sisi tersembunyi RLOAI takut semua koneksi akan patah. Saat RCOEI menjelaskan "Ini terhubung", RLOAI memikirkan "Kapan koneksi itu akan putus?". RCOEI merasa ketakutan RLOAI merusak penemuannya. RLOAI menganggap RCOEI mengabaikan kenyataan.
Kegembiraan saat menemukan sesuatu bersama dan kecemasan yang menyusul selalu datang bersamaan. Saat berbincang sampai subuh dengan satu buku lalu RCOEI bersemangat "Ini benar-benar keren", RLOAI menjawab lirih "Justru karena itu aku makin takut". Dua kalimat itulah keseharian kalian berdua.
“Kalau RLOAI bisa berkata "Aku takut, tapi aku ingin mempercayai penemuanmu juga", dan RCOEI bisa berkata "Aku sudah melihat kecemasanmu juga, tapi ayo kita jalan bersama", kalian bisa menjadi hubungan dalam yang merangkul kelemahan satu sama lain.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →