

Filsuf (RLOAI) dan kilat (RLUEI). Yang satu pendiam dengan dalam, yang lain meledak dengan sengit.
Karena keduanya introvert, awalnya tampak stabil. Tapi energi RLOAI yang dalam dan lambat terus berbenturan dengan energi RLUEI yang terburu dan kuat. RLOAI waspada "orang ini, kenapa sekuat ini?", dan RLUEI frustrasi "orang ini, kenapa nggak ada reaksi?". Kecepatan mereka berdua tidak selaras.
Saat RLOAI sedang bergumul memikirkan sesuatu dalam keheningan, RLUEI meledak "lagi ngapain?". Keheningan RLOAI terasa bagaikan penolakan bagi RLUEI, dan kesengitan RLUEI terasa bagaikan kekerasan bagi RLOAI. Mereka saling memandang lawannya sebagai orang aneh.
Momen terbaik saat mereka berdua bersama adalah ketika masing-masing menghabiskan waktunya sendiri. Saat hanya mendeteksi keberadaan lawan tanpa mengusiknya. Maka tanpa kata pun tetap baik-baik saja.
“Saat RLUEI tidak mempermasalahkan kedalaman di balik keheningan RLOAI, dan RLOAI tidak menolak kesengitan RLUEI, mereka berdua bisa belajar dari kebalikan satu sama lain. Mereka dua orang yang benar-benar berbeda, tapi justru itu bisa jadi yang paling menarik.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →