

Filsuf pukul 3 dini hari merapikan pikirannya sendirian, dan si penghubung yang penuh ide membagikan semua idenya dengan orang lain. Yang satu adalah semangat yang mengarah ke dalam, yang lain adalah energi yang mengarah ke luar.
Keduanya mencintai ide, tapi sikap menghadapinya berbeda. Ide RLOAI itu dalam dan tenang, dan ide SCOEI itu cepat dan sosial. Kalau SCOEI memperkenalkan pikiran RLOAI ke orang-orang, RLOAI pun mengalami pengalaman idenya bertemu dunia. Sebaliknya, SCOEI membuat idenya lebih kokoh lewat pertanyaan mendalam RLOAI. Saat mereka bekerja sama, ide menjadi bentuk yang paling penuh daya hidup.
RLOAI tidak nyaman saat idenya dibuka ke banyak orang. Ia ingin tetap dalam keadaan personal dan tersembunyi, sedangkan SCOEI menganggap wajar untuk membagikannya ke dunia. Saat SCOEI memperkenalkan pikiran RLOAI, RLOAI merasa gelisah "itu kan masih belum jadi". Keterbukaan SCOEI bisa menjadi tekanan bagi RLOAI.
Saat SCOEI memperkenalkan ide RLOAI secara alami seakan menyelipkannya di perkumpulan sosial, lalu belakangan RLOAI tahu "oh, ternyata karena itu orang-orang itu jadi tertarik padaku", kehangatan itu pun terasa. RLOAI pun perlahan jadi berpikir bahwa dunia SCOEI bisa menjadi dunianya juga.
“Saat RLOAI memperjelas "pikiran yang sudah siap dibuka", dan SCOEI menghormati batas itu, mereka berdua menjadi pasangan sempurna untuk mengirim ide ke dunia.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →