

Keduanya memendam kecemasan yang sama, tapi bertindak sangat berbeda. RLOAI tak menunjukkannya meski sedang goyah, sementara SLOAN merasa harus membuktikan kegoyahannya.
RLOAI merasa nyaman di ruang yang tenang, sementara SLOAN baru puas kalau sudah berusaha maksimal di atas panggung. Keduanya mirip dalam hal berpikir mendalam saat meraih sesuatu atau kehilangan. Tapi cara kerjanya bertolak belakang. Saat SLOAN ingin maju, RLOAI lebih terasa seperti beban ketimbang penopang.
Sisi tersembunyi SLOAN adalah mode yang terus ingin membuktikan diri karena kecemasan "aku harus jadi yang terbaik". Sisi tersembunyi RLOAI adalah mode yang sama sekali tak mau mencoba karena "takut gagal". Ketika SLOAN mendesak "kamu lagi ngapain? Kenapa nggak bisa?", RLOAI justru makin menarik diri ke dalam. Kecemasan SLOAN yang ekstrovert berbenturan dengan kecemasan RLOAI yang introvert, dan keduanya sama-sama terluka.
Saat RLOAI diam-diam mendukung pencapaian SLOAN, kalau SLOAN bisa merasakan kehangatan dalam keheningan itu, mereka jadi lebih dekat. Tapi momen seperti itu langka.
“Kalau SLOAN bisa mundur selangkah dari hasrat untuk membuktikan diri dan RLOAI berani naik ke panggung yang sama, kecemasan mereka berdua bisa berubah dari persaingan menjadi koeksistensi. Hanya saja, itu perubahan yang butuh usaha dari kedua belah pihak.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →