

Orang yang berpikir sendirian tapi sempurna bertemu orang yang serampangan bersama semua orang.
RLOAI, sekali berjanji, pasti belajar dan bersiap supaya bisa menepatinya. SLUAI langsung terjun dengan emosi di tempat itu juga dan berseru "ayo kita selesaikan bersama". RLOAI bilang "nggak ada rencana, jadi nggak bisa pergi", sementara SLUAI bilang "hal begitu kan dipikirkan sambil jalan". Keduanya sama-sama berperasaan dalam, jadi ketulusan masing-masing terasa, tapi cara bergeraknya terlalu beda sampai membuat sesak.
Kalau kesempurnaan RLOAI terluka, ia masuk ke kamarnya dan menutup diri. Lalu SLUAI berkata "kenapa marah ke aku?", "aku salah apa?", dan mengguncang RLOAI yang sedang menyendiri. Makin diguncang, RLOAI makin dalam menarik diri. Saat sisi tersembunyi SLUAI muncul, RLOAI pun tak bisa menghentikannya.
Saat RLOAI merapikan rencana SLUAI yang berantakan, dan SLUAI mencairkan hati kaku RLOAI, keduanya merasa saling membutuhkan. Tapi momen itu tak banyak.
“Kalau RLOAI bisa mengakui "cara kamu juga oke", SLUAI bisa berkata "aku juga akan coba berpikir sedikit". Kalau keduanya sama-sama mundur selangkah, ada hal yang akhirnya terlihat.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →