

RLOAI adalah filsuf yang pendiam, dan RLOEN adalah si pencipta kekacauan di kamar terkunci. Keduanya punya dunia sendiri, tapi bentuk dunia itu benar-benar berbeda.
Awalnya, karena keduanya pendiam, tidak adanya kata terasa nyaman. Tapi semakin dekat, perbedaan mulai terungkap. RLOAI ingin berpikir di dalam keteraturan, sedangkan RLOEN menolak keteraturan itu sendiri. RLOEN tak punya jawaban atas pertanyaan mendalam RLOAI, dan RLOAI gelisah atas keputusan spontan RLOEN.
Saat RLOAI bilang "harus bikin rencana dong", RLOEN bilang "rencana apaan" sambil menjungkirbalikkan semuanya. Saat memulai sesuatu bersama, satu pihak ingin menyelesaikan, sedangkan pihak lain ingin mengulang dari awal. Energi mereka berdua terus berbenturan.
Momen terbaik saat mereka berdua bersama adalah ketika menghormati ruang masing-masing. Meski di ruangan yang sama, terasa seperti sendiri-sendiri. Kalau begitu, tanpa kata pun terasa nyaman.
“Benturan tak terhindarkan, tapi mereka bisa menikmati perbedaan satu sama lain bagaikan permainan. Saat kedalaman RLOAI bertemu keluasan RLOEN, terbukalah dunia yang tak bisa dilihat keduanya sendirian.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →