

Filsuf pukul 3 dini hari menggali satu hal tanpa henti, dan si penggerak sosial yang strategis melihat banyak jalan dalam satu pandangan. Kedalaman dan keluasan bertemu.
RLOAI ingin memahami akar masalah, dan SCOEN ingin memecahkan masalah itu secara strategis. Keduanya menolak suatu kesederhanaan, RLOAI merasa "terlalu dangkal" dan SCOEN merasa "terlalu rumit". Tapi seiring waktu, mereka berdua sadar bahwa mereka membutuhkan sudut pandang satu sama lain. Kedalaman RLOAI membuat strategi SCOEN kokoh, dan strategi SCOEN membuat kedalaman RLOAI sampai pada tujuan.
RLOAI baru tenang kalau sudah mempertimbangkan semua variabel, sedangkan SCOEN berpikir "sekarang segini juga sudah cukup". Saat RLOAI menunjuk kemungkinan lain lagi, SCOEN bisa kesal "kan udah dipikir cukup banyak". SCOEN merasa kehati-hatian RLOAI kadang bisa menghambat tindakan. Sebaliknya, RLOAI gelisah bahwa SCOEN memutuskan "terlalu dangkal".
Saat SCOEN merapikan masalah yang digumuli RLOAI semalaman secara strategis sekali jadi, kelegaan itulah keintiman mereka. SCOEN pun jadi tahu bahwa pertanyaan tajam RLOAI membuat strateginya lebih jelas.
“Saat RLOAI sedikit melepaskan "kesempurnaan", dan SCOEN mengambil kehati-hatian melampaui "sekadar cukup", mereka berdua menjadi tim yang pikirannya dalam sekaligus geraknya cepat.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →