

Keduanya sama-sama penasaran pada dunia dan orang, tapi RLOAI berimajinasi sendirian sementara SLOEI ingin berpesta bersama. Di awal RLOAI tertarik pada energi SLOEI, tapi tak lama merasa lelah.
SLOEI ingin menikmati setiap momen seperti pesta, sementara RLOAI ingin memikirkan makna momen itu secara mendalam. Saat SLOEI menumpahkan ide, RLOAI berperan merapikannya selangkah demi selangkah. Saat membuat sesuatu bersama memang asyik, tapi spontanitas SLOEI terasa berantakan bagi RLOAI.
Sisi tersembunyi SLOEI adalah mode berenergi meledak yang ingin berteriak "momen ini adalah yang terbaik dalam hidup". Sisi tersembunyi RLOAI adalah mode meringkuk sendirian sambil bertanya "apa sih maknanya ini". Saat SLOEI melompat ke ide baru lagi, RLOAI masih memikul beban ide sebelumnya. Bagi SLOEI, raut lesu RLOAI seolah mematikan energinya, dan bagi RLOAI, keceriaan SLOEI seolah mengabaikan dirinya.
Saat SLOEI duduk tenang membaca buku dan RLOAI menemani, lahirlah kedekatan yang sunyi di antara mereka. Tapi waktu itu pun tak bertahan lama.
“Kalau SLOEI bisa menghargai keheningan RLOAI, dan RLOAI tak melepaskan tangan dari keceriaan SLOEI, keduanya bisa menemukan harmoni antara spontanitas dan kedalaman. Hanya saja, itu butuh pekerjaan mengubah total cara mereka memandang satu sama lain.”
Ini untuk eksplorasi diri. Jangan dijadikan dasar untuk menilai fakta.
Ikuti tesnya sekarang supaya kamu juga bisa mengecek kecocokanmu.
Aku juga mau cek kecocokan →