32personas
Tes kepribadian

9 keinginan yang menggerakkanmu

motif sejati yang lebih dalam dari kepribadian

Perilaku yang sama pun bisa lahir dari hati yang berbeda-beda. Lewat sembilan cabang keinginan, tulisan ini membaca kenapa kamu goyah justru di situasi tertentu, lalu merangkum cara menemukan dan mengelola keinginanmu.

“Kamu” dalam tulisan ini, benar-benar dirimu? Cek diri publik & diri tersembunyimu gratis →

Jumat malam, tiga orang teman menyusun jadwal liburan. Satu orang datang membawa tabel penginapan dan rute perjalanan, satu orang menahan pendapatnya sambil bilang "Aku oke semua kok, terserah kalian enaknya gimana", dan satu lagi tertawa begitu melihat tabelnya, "Nggak bisa ya, tentuin aja pas udah sampai sana?" Dari luar, ini adegan ketika orang yang teliti, orang yang santai, dan orang yang bebas berkumpul di satu tempat.

Tapi kalau kamu bertanya ke teman yang membuat tabel kenapa ia sampai repot begitu, jawabannya bisa di luar dugaan. Bisa jadi karena cemas liburannya berantakan, bisa jadi karena ingin melihat semua orang senang, bisa juga karena ingin diakui lewat rencana yang tersusun rapi. Di balik satu lembar tabel yang sama, ada hati yang sama sekali berbeda. Tulisan ini bercerita tentang hati di bawah perilaku itu, yaitu keinginan yang menggerakkanmu.

Corak adalah 'bagaimana', keinginan adalah 'kenapa'

Kalimat seperti "aku orangnya supel" atau "aku orangnya terencana" menjelaskan bagaimana kamu berperilaku. Tapi kalimat itu tidak sampai menjelaskan kenapa kamu berperilaku begitu. Yang mengisi bagian kosong itu adalah keinginan.

Misalnya, orang dengan corak yang kooperatif umumnya pandai menyesuaikan diri. Tapi ada yang menyesuaikan diri karena ingin dicintai, ada yang karena ingin damai tanpa konflik, ada juga yang karena percaya itulah hal yang benar. Perilakunya sama, tapi apa yang membuatnya nyaman saat terpenuhi dan apa yang membuatnya runtuh saat terhalang berbeda. Saat corak saja tidak bisa menjelaskan "kenapa aku goyah justru di situasi ini", melihat keinginan bisa memberi petunjuk.

Sembilan cabang keinginan, sekilas pandang

Ada kerangka yang membagi motif manusia jadi sembilan cabang. Pembagian ini dikenal luas dengan nama Enneagram, tapi di sini kita meminjamnya hanya sebagai cermin untuk melihat diri, bukan alat untuk menghakimi orang.

KeinginanSaat terpenuhiKalimat yang sering keluar saat goyah
Ingin hidup dengan benarSaat merasa sudah menyelesaikan sesuai standar"Ini kayaknya nggak bener deh?"
Ingin dicintai dan dibutuhkanSaat berhasil membantu seseorang"Aku nggak apa-apa, kamu duluan aja."
Ingin diakui dan berprestasiSaat berhasil membuktikan lewat hasil"Sekarang nggak boleh berhenti."
Ingin istimewa dan autentikSaat ada yang mengenali keunikan dirinya"Nggak ada yang benar-benar ngerti aku."
Ingin tahu dan memahamiSaat merasa sudah cukup memahami"Aku cari tahu dulu lebih jauh, baru putuskan."
Ingin amanSaat ada orang yang bisa dipercaya dan rencana cadangan"Kalau nanti ada yang salah gimana?"
Ingin bebas dan bersenang-senangSaat pilihan masih terbuka"Itu bikin sesak banget."
Ingin kuat dan melindungi diriSaat bisa menentukan urusannya sendiri"Biar aku urus sendiri."
Ingin damaiSaat semua orang terlihat nyaman"Aku apa aja boleh."

Biasanya ada satu dua baris yang terasa sangat mengena. Kamu tidak harus memilih hanya satu. Justru wajar kalau yang paling dekat bercampur dengan yang kedua.

Keinginan jadi jelas di situasi saat kamu goyah

Saat terpenuhi, keinginan seperti udara, tidak begitu terlihat. Ia menampakkan diri saat terhalang, yaitu saat kamu entah kenapa merasa kecewa, sangat marah, atau lama mengunyah sesuatu. Kalau kamu goyah hebat karena hal yang bagi orang lain sepele, besar kemungkinan keinginanmu tersangkut di situ.

Satu hal lagi, dirimu di depan orang gampang menutupi keinginan. Kalau orang yang di luar santai dan kooperatif runtuh saat sendirian sambil berpikir "kenapa nggak ada yang menghargai usahaku", keruntuhan itu adalah panah yang menunjuk ke keinginannya. Karena itu, saat mencari keinginanmu, melihat dirimu saat sendirian jadi petunjuk yang lebih baik daripada melihat diri luarmu.

Saat corak dan keinginan bersilangan

Kalau arah yang ditunjuk corak dan arah yang ditunjuk keinginan sama, hidup terasa relatif mudah. Kalau kamu corak dengan sosialitas tinggi dan keinginan untuk dicintai juga besar, berada di tengah orang saja sudah mengisi keduanya sekaligus.

Tapi kalau keduanya bersilangan, muncul rasa lelah yang sulit dijelaskan. Orang dengan sosialitas tinggi tapi keinginan terbesarnya adalah ingin tahu dan memahami, di acara bisa berbaur lebih baik daripada siapa pun, tapi dalam hati terus merindukan waktu untuk menggali sesuatu sendirian. Orang dengan corak kooperatif tapi keinginan untuk melindungi dirinya besar, di luar pandai menyesuaikan diri, tapi dalam hati menumpuk rasa sesak, 'kenapa aku nggak bisa menentukan urusanku sendiri'. Kalau dari luar tidak terlihat ada masalah, tapi hanya kamu yang terus merasa ada yang tidak pas, ada baiknya mengecek apakah arah yang dilihat corakmu dan arah yang dilihat keinginanmu berbeda.

Saat seperti ini, jawabannya bukan mengubah corak. Biarkan dirimu yang pandai berbaur apa adanya, lalu sediakan tempat terpisah supaya keinginanmu terpenuhi. Misalnya di minggu yang penuh janji, sisihkan dulu setengah hari untuk menggali sesuatu sendirian, atau di tempat yang banyak menuntutmu menyesuaikan diri, pastikan ada bagian yang kamu tentukan sendiri walau hal kecil.

Lima cara menemukan dan mengelola keinginanmu

  1. Tulis tiga situasi terakhir yang membuatmu goyah hebat. Hal yang bikin kecewa, yang entah kenapa bikin marah, yang tertinggal lama sekali di hati. Lalu cari kesamaan ketiganya. Kalau muncul kalimat seperti "ketiganya terjadi saat usahaku dianggap biasa saja", di situlah letak keinginanmu.
  2. Ingat pujian yang paling lama membekas. Kalau situasi yang membuatmu goyah adalah bayangan keinginan, pujian yang lama membekas adalah situasi ketika keinginan itu terpenuhi. Arah yang ditunjuk berbeda tergantung apakah yang membekas "untung ada kamu" atau "kamu memang beda".
  3. Tempelkan "kenapa?" dua kali pada kebiasaanmu. Tanyakan alasan di balik kebiasaanmu menyusun rencana, mengalah, atau bekerja sampai larut. Kalau setelah jawaban pertama "karena nggak mau salah" muncul jawaban kedua seperti "karena kalau salah aku merasa jadi orang yang kurang", keinginanmu ada di jawaban kedua itu.
  4. Minta dengan kata-kata, bukan lewat kode. Kalau keinginanmu adalah ingin diakui, bilang "Bisa kasih satu komentar soal yang kemarin?", kalau ingin aman, bilang "Kalau jadwalnya berubah, kabari sehari sebelumnya ya." Mengatakan dalam satu kalimat apa yang ingin dipenuhi jauh lebih baik untuk hubungan daripada menumpuk kecewa sambil menunggu dimengerti.
  5. Coba tebak juga keinginan orang terdekatmu. Saat muncul pikiran "kenapa dia sampai segitunya?", lihat lagi tabelnya dan pikirkan apa yang sedang ia jaga. Seperti bilang ke teman yang membuat tabel liburan, "Makasih ya, jadi tenang", alih-alih "Kamu teliti banget sih."

Jangan salah tangkap

  • Sembilan cabang ini bukan klasifikasi untuk memasukkan orang ke sembilan kotak. Setiap orang punya sedikit dari sembilan hati itu, yang berbeda hanya mana yang bergema lebih kuat.
  • Keinginan bukan alasan untuk membenarkan perilaku. Bukan "aku kan orang yang ingin diakui, jadi mau gimana lagi", tapi dipakai untuk mengenali hati itu lalu memilih cara mengelolanya.
  • Kerangka ini adalah cermin untuk membantu memahami diri, bukan diagnosis untuk menilai keadaan hati. Kamu juga tidak perlu memastikan siapa dirimu hanya dengan satu tabel.
  • Keinginan yang paling kuat bergema bisa terlihat berbeda tergantung masa dan tempat. Kamu tidak perlu menyimpulkan bahwa baris yang mengena sekarang akan sama seumur hidup.

Penutup

Kalau ciri kepribadian memberitahumu bagaimana kamu bergerak, keinginan memberitahumu kenapa kamu bergerak begitu. Kalau keduanya dilihat bersama, pemahaman masuk ke tempat yang tadinya diisi rasa menyalahkan diri. Cara memahami dirimu lewat lima ciri kepribadian bisa kamu baca lebih lanjut di Saat MBTI nggak ngena, dan cerita bahwa perfeksionisme yang sama pun akarnya bisa berbeda ada di Perfeksionisme, kekuatan atau belenggu.

Hasil tes kepribadian gratis menampilkan lima ciri kepribadian yang memperlihatkan dirimu di depan orang dan dirimu saat sendirian, sekaligus keinginan mana dari sembilan cabang yang paling dekat denganmu. Kalau baris yang mengena di tabel tadi kamu jajarkan dengan hasilnya, alasan di bawah perilakumu akan terlihat sedikit lebih jelas.

Tulisan ini dibuat untuk membantu memahami diri, bukan pengganti diagnosis atau terapi psikologis.

Bandingkan hasil MBTI-mu dengan 32 tipe kami →

Suka cerita ini?

“Kamu” dalam tulisan ini, benar-benar dirimu?

Cek diri publik & diri tersembunyimu gratis

Gratis · Mulai tanpa daftar