
Saat hal yang dulu kamu sukai jadi tidak menyenangkan
yang berubah bukan kegiatannya, tapi posisinya
Kalau hal yang kamu lakukan karena suka tiba-tiba terasa seperti PR, bisa jadi yang tidak kamu sukai bukan kegiatannya, tapi posisi tempat kegiatan itu diletakkan. Tulisan ini merangkum empat jalan yang membuatnya jadi berat, yaitu mata yang melihat, janji, target, dan rasa terbiasa, serta lima cara mengembalikannya jadi ringan.
“Kamu” dalam tulisan ini, benar-benar dirimu? Cek diri publik & diri tersembunyimu gratis →
Ada masa ketika kamu merajut satu atau dua jam setiap pulang kerja. Memilih benangnya saja sudah menyenangkan, dan sambil menghitung tusukan, kebisingan hari itu pelan-pelan mengendap. Setelah kamu mengunggah foto memakai syal yang sudah jadi, temanmu minta, “Buatin aku satu, dong.” Lalu adik temanmu, lalu rekan kerja di kantor. Permintaan yang kamu terima dengan senang hati berubah menjadi daftar, dan daftar itu muncul lengkap dengan tanggal. Suatu malam, saat melihat keranjang benang di samping sofa, hatimu terasa berat. Jelas-jelas ini hal yang kamu sukai, tapi hari ini menyentuhnya pun kamu enggan.
Saat hal yang dulu kita sukai jadi tidak menyenangkan, kita lebih dulu meragukan diri sendiri. “Apa aku memang orang yang gampang bosan begini?” Tapi sering kali, yang jadi tidak disukai bukan kegiatannya itu sendiri. Di tulisan ini, kita akan membahas apa yang berubah di dalam momen ketika hal yang kamu sukai mulai terasa seperti PR, dan cara mengembalikannya jadi ringan lagi.
Yang tidak kamu sukai bukan kegiatannya, tapi posisinya
Hal yang dilakukan karena suka biasanya milik diri tersembunyimu. Hal yang tidak apa-apa meskipun tidak ada yang melihat, meskipun tidak mahir, meskipun hari ini berhenti di tengah jalan. Kelonggaran itulah salah satu alasan kamu menyukainya.
Tapi begitu sesuatu mulai menempel pada kegiatan itu, posisinya ikut berpindah. Kalau muncul orang yang melihat, muncul orang yang menunggu, dan muncul target dalam bentuk angka, kegiatan itu pelan-pelan berpindah tangan ke diri publikmu. Diri publikmu adalah pihak yang menepati janji, menyesuaikan diri dengan harapan, dan menghasilkan sesuatu. Merajut yang sama, bagi diri tersembunyimu adalah istirahat, tapi bagi diri publikmu adalah setoran pesanan.
Ada juga yang hilang saat posisinya berpindah. Diri tersembunyimu punya tiga kebebasan: bebas untuk tidak mahir, bebas untuk berhenti di tengah jalan, dan bebas untuk tidak menjelaskan apa pun kepada siapa pun. Begitu kegiatan itu berpindah ke diri publikmu, kebebasan-kebebasan ini hilang satu per satu. Hasil yang belum rapi jadi memalukan untuk ditunjukkan, berhenti membuatmu merasa bersalah pada orang yang menunggu, dan kamu harus menjawab pertanyaan kenapa belakangan tidak mengerjakannya lagi.
Jadi, kalimat “hal yang dulu kusukai jadi tidak menyenangkan” sebenarnya lebih tepat disebut “kegiatan yang dulu kulakukan di tempat istirahat pindah ke tempat kerja”. Kegiatannya tetap sama, yang berubah adalah dirimu yang melakukannya. Perpindahan ini biasanya tidak terjadi sekaligus, jadi sulit disadari. Satu permintaan, satu target, sedikit demi sedikit menumpuk, lalu suatu hari tiba-tiba terasa sebagai beban.
Empat jalan yang membuat hal yang disukai jadi berat
Tergantung apa yang menempel, jalan yang membuatnya berat pun berbeda. Tiap corak kepribadian punya jalan yang membuatnya paling mudah goyah.
| Yang menempel | Terasa di momen seperti ini | Corak yang paling mudah goyah |
|---|---|---|
| Mata yang melihat | Sebelum mulai, yang pertama terpikir adalah “Layak diunggah nggak, ya?” | Corak dengan amplitudo emosi yang lebar |
| Janji | Bagian yang diminta orang menumpuk sampai tidak ada celah untuk milikmu sendiri | Corak dengan keramahan tinggi |
| Target dan catatan | Tidak memenuhi jatah hari ini terasa lebih mengganjal daripada tidak mengerjakannya sama sekali | Corak dengan keteraturan tinggi |
| Rasa terbiasa | Debar di awal hilang dan yang tersisa hanya gerakan yang sama | Corak dengan keingintahuan tinggi |
Mata yang melihat. Corak dengan amplitudo emosi yang lebar terguncang hebat oleh satu tanggapan. Kalau tanggapannya bagus, rasanya lain kali harus sebagus itu juga, dan kalau tidak ada tanggapan, ia bertanya-tanya apa sebaiknya tidak usah. Kalau guncangan itu berulang, bahkan sebelum menunjukkan hasilnya, proses mengerjakannya pun sudah membuat tegang.
Janji. Corak dengan keramahan tinggi sulit menolak permintaan, dan permintaan yang sudah diterima ingin ia tanggung sampai selesai. Lama-lama, hal yang ia sukai berubah menjadi urusan memenuhi harapan orang lain.
Target dan catatan. Corak dengan keteraturan tinggi ingin mengelola dengan baik bahkan hal yang ia sukai. Kalau membuat standar seperti sekian halaman sehari atau sekian kali sebulan, awalnya jadi makin seru. Tapi kalau standarnya menumpuk, kegiatan itu berubah menjadi kotak yang harus diisi, dan hari ketika kotaknya tidak terisi menjadi hari yang gagal.
Rasa terbiasa. Corak dengan keingintahuan tinggi paling menikmati tahap belajar hal baru. Begitu tangannya sudah terbiasa dan sepertinya tidak ada lagi yang bisa dipelajari, minatnya cepat mendingin. Bukan jadi tidak suka, tapi bahan untuk dipelajari sudah habis.
Jarang sekali hanya satu dari empat jalan ini yang terbuka. Karena mengerjakan permintaan orang, catatan ikut menempel, dan karena ada catatan, muncul keinginan untuk menunjukkannya. Begitulah jalan-jalan itu saling menarik. Karena itu, daripada mencoba melepas semuanya sekaligus, lebih realistis untuk mulai mengurangi dari satu jalan yang terasa paling berat.
Coba periksa sendiri
Sambil membayangkan kegiatan itu, pilih baris yang cocok.
- Sebelum mulai, kamu lebih dulu memikirkan hasilnya akan ditunjukkan ke siapa.
- Setelah selesai, yang datang lebih dulu bukan rasa segar, tapi lega karena sudah beres.
- Di hari ketika kamu mengerjakannya tanpa ada yang tahu, kamu justru sedikit lebih menikmatinya.
- Di hari ketika kamu tidak mengerjakannya, kamu merasa bersalah tanpa alasan.
- Kamu sulit mengingat momen pertama kali kamu menyukai kegiatan ini.
Kalau beberapa dari empat baris pertama cocok, besar kemungkinan kegiatan itu sudah berpindah ke sisi diri publikmu. Kalau baris kelima yang paling mengganjal, berarti jenis rasa terbiasa. Sebaliknya, kalau bukan hanya kegiatan ini tapi hampir semua hal terasa seperti ini, bisa jadi ini bukan masalah satu kegiatan, tapi keadaan ketika seluruh bahan bakarmu sudah habis. Kalau begitu, baca dulu Belakangan semua terasa malas dan lelah.
Lima cara mengembalikannya jadi ringan
- Buat satu karya yang tidak ditunjukkan. Coba buat satu saja yang tidak akan diunggah maupun dihadiahkan. Kalau kamu menetapkan “Yang ini cuma untukku”, ketegangan karena harus bagus pun hilang, dan kegiatan itu sejenak kembali ke diri tersembunyimu. Kalau ingin memotretnya, boleh saja. Hanya saja, jangan diunggah ke mana pun, simpan di album yang hanya kamu lihat.
- Tentukan ukuran permintaan yang bisa kamu terima. “Sekarang aku cuma bisa sampai satu sebulan.” Kalau sulit menolak, sebutkan ukurannya sebagai ganti penolakan. Orang yang meminta pun jadi tahu berapa lama harus menunggu, jadi sama-sama nyaman. Kalau sudah ada permintaan yang tertunda, beri tahu lebih dulu, “Ternyata makan waktu lebih lama dari perkiraan, kayaknya baru bisa bulan depan.” Memberi tahu lebih awal jauh lebih ringan daripada deg-degan takut terlambat.
- Matikan catatan untuk sementara. Tentukan satu bulan tanpa menghitung sudah membaca berapa halaman atau sudah melakukan berapa kali. Kalau kamu corak dengan keteraturan tinggi, menuliskan “tidak mencatat” sebagai aturan justru lebih mudah ditaati. Kalau tidak meninggalkan apa pun terasa mencemaskan, tulis satu baris “hal yang menyenangkan hari ini” sebagai ganti angka.
- Masukkan satu hal baru yang kecil. Kalau kamu corak dengan keingintahuan tinggi, cari hal yang baru pertama kali kamu coba di dalam kegiatan yang sama. Bahan yang belum pernah dipakai, rute lari yang belum pernah dilewati, atau buku dari bidang yang tidak biasa kamu baca. Kalau ada bahan untuk dipelajari, kegiatan yang sudah akrab pun jadi terasa baru lagi.
- Tentukan hari kembali, lalu beristirahat. Kalau tetap tidak tergerak, tidak perlu memaksakan diri, beristirahat pun boleh. Hanya saja, daripada “Aku berhenti”, tempelkan tanggal seperti “Akhir pekan pertama bulan depan aku coba keluarkan lagi.” Ini cara memberi tahu dirimu sendiri bahwa ini bukan akhir, tapi sedang beristirahat.
Jangan dibaca seperti ini
- Ini bukan berarti hal yang kamu sukai sama sekali tidak boleh ditunjukkan ke orang lain. Banyak juga orang yang justru makin menikmatinya karena menunjukkannya. Kalau terasa berat, maksudnya coba pisahkan bagian yang ditunjukkan dan bagian yang hanya milikmu.
- Ini juga bukan berarti kamu harus kembali menyukainya seperti dulu. Rasa suka kadang berpindah seperti musim. Meletakkan kegiatan yang sudah menemanimu selama satu masa juga bukan kegagalan.
- Jangan menempelkan label “orang yang gampang bosan” pada dirimu. Corak yang sangat menikmati saat belajar hal baru juga punya kekuatan besar untuk menemukan kesenangan berikutnya.
- Kalau bukan hanya hal yang kamu sukai, tapi hari-hari ketika tidak ada yang menarik minatmu sama sekali terus berlanjut lama dan keseharianmu terasa berat, daripada bertahan sendirian, cobalah berkonsultasi soal kesehatan mental.
Penutup
Kalau hal yang dulu kamu sukai jadi tidak menyenangkan, bisa jadi itu tanda bahwa kegiatan itu sudah berpindah terlalu jauh. Sebelum membuangnya, coba bawa sekali lagi ke tempat asalnya. Tanpa orang yang melihat, tanpa tenggat, tanpa angka, kembalikan kegiatan itu sejenak ke diri tersembunyimu. Kalau di sana tanganmu tergerak lagi, kegiatan itu masih milikmu.
Tes kepribadian gratis menunjukkan dirimu di depan orang dan dirimu saat sendirian secara terpisah lewat lima ciri kepribadian. Kalau kamu melihat di mana posisi keteraturan dan keingintahuanmu dalam dua situasi itu, akan terlihat lewat jalan mana hal yang kamu sukai paling mudah jadi berat.
Tulisan ini dibuat untuk membantu memahami diri, dan tidak menggantikan diagnosis atau terapi psikologis.
“Kamu” dalam tulisan ini, benar-benar dirimu?
Cek diri publik & diri tersembunyimu gratisGratis · Mulai tanpa daftar
