32personas
MBTI & tipe

Kalau kamu ingin mengenal diri lebih dalam dari tes kepribadian

Hasilnya sebagian besar cocok, tapi ada beberapa baris yang terus mengganjal? Ini tentang apa yang bisa dan tidak bisa diberitahukan oleh tes kepribadian, dan lima cara membaca dirimu lebih dalam dari kalimat yang mengganjal itu.

“Kamu” dalam tulisan ini, benar-benar dirimu? Cek diri publik & diri tersembunyimu gratis →

Kamu mengambil tangkapan layar halaman hasil tes lalu mengunggahnya ke grup chat. Balasan seperti “Kamu banget” dan “Merinding” berdatangan beruntun. Malamnya, sambil rebahan di kasur, kamu membaca ulang penjelasannya pelan-pelan, lalu berhenti di satu kalimat. “Kalau ada konflik, kamu tidak menghindar dan menghadapinya secara langsung.” Di kantor, memang kamu begitu. Tapi dengan ibumu, kamu tidak pernah sekali pun begitu. Sebagian besar kalimat bikin kamu mengangguk, tapi beberapa baris terus mengganjal.

Beberapa baris yang mengganjal itu belum tentu muncul karena tesnya salah. Itu karena manusia terlalu berdimensi untuk dimuat seluruhnya dalam satu lembar hasil. Di tulisan ini, aku akan membahas apa yang bisa diberitahukan oleh tes kepribadian dan apa yang tidak bisa, serta apa yang bisa kamu coba kalau ingin melangkah satu langkah lebih dalam dari hasilnya.

Tes adalah ringkasan dari jawaban-jawabanmu

Tes kepribadian mengumpulkan jawabanmu atas setiap pertanyaan, lalu merangkum ke arah mana dan seberapa jauh kamu condong di tiap corak. Kalimat ini mengandung dua hal.

Yang pertama, tes itu cukup berguna. Ia memberi nama pada kecenderunganmu yang tadinya tercecer, dan mengubah perasaan yang samar menjadi kata-kata seperti “corak dengan sosialitas tinggi” atau “corak dengan amplitudo emosi yang lebar”. Untuk pertama kalinya, kamu punya bahasa untuk menjelaskan dirimu. Ini juga alasan tes tipe yang sudah akrab seperti MBTI disambut hangat oleh banyak orang.

Yang kedua, tes tidak bisa tahu lebih dari jawabanmu. Adegan yang terbayang saat menjawab, suasana hati hari itu, dan caramu memandang diri sendiri ikut tercampur dalam jawaban. Kalau kamu mengerjakan tes di masa kamu sedang sangat keras pada diri sendiri, hasilnya kadang keluar sedikit lebih pelit, padahal orangnya sama. Jadi, hasil tes lebih mirip peta yang merangkum bagaimana kamu memandang dirimu sekarang, bukan jawaban pasti tentang dirimu.

Yang dijawab tes, dan yang harus dicari di luar tes

Yang ingin diketahuiYang dijawab tesYang harus dicari di luar tes
Aku ini orang seperti apaArah dan kadar kecenderungan di tiap corakDari mana kecenderungan itu berasal
Kenapa waktu itu aku begituCorak yang mudah maju ke depan di tempat ituKeadaan hari itu, sejarah hubungan itu
Apa yang sebenarnya aku inginkanPetunjuk tentang ke mana energimu mengalirNilai dan motivasi yang ingin kamu jaga
Pekerjaan apa yang cocok untukkuCorak yang nyaman dipakai, corak yang terasa beratPengalaman yang tersisa setelah mencobanya langsung
Apakah hubungan ini baik-baik sajaCorak yang mirip dan corak yang berbeda di antara kalianKata-kata dan waktu yang benar-benar saling kalian berikan

Kolom tengah di tabel ini jadi cukup jelas lewat tes. Kolom kanan tidak bisa digantikan oleh tes. Saat kamu ingin mengenal diri lebih dalam, bagian yang biasanya buntu ada di kolom kanan. Misalnya, hasil “corak dengan keramahan tinggi” memberi tahu bahwa kamu pandai menyesuaikan diri dengan orang lain, tapi tidak sampai memberi tahu kenapa kamu menyesuaikan diri. Apakah karena ingin menjaga hubungan, atau karena takut pada konflik, hanya kamu yang bisa menjawabnya. Terutama pertanyaan “apa yang sebenarnya aku inginkan” adalah pertanyaan yang berada satu lapis di bawah kepribadian, jadi melihat motivasi secara terpisah, seperti di 9 keinginan yang menggerakkanmu, bisa membantu.

Petunjuknya ada di kalimat yang mengganjal

Kalimat yang mengganjal saat membaca hasil bukan untuk dibuang, justru itulah bagian yang paling layak dicermati. Alasan sebuah kalimat mengganjal biasanya salah satu dari tiga hal ini.

Pertama, karena di corak itu kamu berada di sekitar titik tengah. Corak yang tidak condong jauh ke sisi mana pun akan terasa janggal saat penjelasannya menggambarkan wujud di salah satu ujung. Bagi orang yang sosialitasnya ada di sekitar tengah, kalimat seperti “Kamu mendapat energi dari berada di tengah orang banyak” kadang cocok, kadang tidak, jadi terasa mengganjal dengan nanggung.

Kedua, karena aku di luar dan aku di dalam berbeda di corak itu. “Menghadapi konflik secara langsung” di adegan awal yang cocok di kantor tapi tidak cocok di depan ibu adalah contoh kasus ini. Diri publik, yaitu aku di depan orang, dan diri tersembunyi, yaitu aku saat sendirian atau di depan orang yang sangat dekat, bisa jadi berjauhan di keramahan.

Ketiga, karena itu wilayah yang tidak ditanyakan oleh tes. Nilai hidup, pengalaman yang sudah dilalui, dan situasi yang sedang dihadapi berada di luar pertanyaan tes. Kalau penjelasannya ditulis dengan menebak sampai ke bagian itu, wajar saja kalau tidak cocok. Kalimat seperti “Kamu suka pekerjaan yang stabil” bisa jadi lebih dekat ke kondisimu saat ini daripada ke kepribadianmu.

Cek sendiri: bolehkah hasil ini dipercaya dan dibaca serius

Ada yang perlu dicermati sama hati-hatinya dengan kalimat yang mengganjal, yaitu kalimat yang terlalu cocok. Kalimat seperti “Dari luar kamu terlihat ceria, tapi di dalam kadang kamu merasa kesepian” cocok untuk hampir siapa saja yang membacanya. Makin banyak kalimat seperti ini, makin enak hasilnya dibaca, tapi makin sedikit hal baru yang diberitahukannya tentang dirimu. Kalau kamu sudah menerima hasil tes, coba cek hal-hal di bawah ini.

  • Apakah hasilnya tidak hanya memberi huruf atau nama tipe, tapi juga menunjukkan seberapa jauh kamu condong di tiap corak?
  • Apakah kalimat spesifik yang hanya cocok untukmu lebih banyak daripada kalimat yang akan sama cocoknya kalau dibaca temanmu?
  • Apakah hasilnya tidak hanya menjajarkan sisi baik, tapi juga menyebut kesulitan yang mudah kamu alami karena corak itu?
  • Apakah hasilnya tidak memastikan masa depanmu atau kesulitan batinmu?
  • Apakah kamu bisa mengulang tes beberapa bulan kemudian dan membandingkan apa yang bergeser?

Makin banyak “ya”, makin layak hasil itu dibaca dalam-dalam. Kalau “tidak”-nya banyak, tidak apa-apa menikmatinya sebagai hiburan lalu melewatinya dengan ringan.

Cara melangkah satu langkah lebih dalam dari hasilnya

  1. Tempelkan tempat pada kalimat yang mengganjal. Di samping “Menghadapi konflik secara langsung”, coba tulis “Cocok di kantor, tidak cocok di depan keluarga”. Begitu satu kalimat terbagi jadi dua tempat, rasa mengganjal itu berubah jadi informasi baru tentang dirimu.
  2. Terjemahkan penjelasan menjadi adegan. Ubah kata “corak dengan keteraturan tinggi” menjadi adeganmu sendiri, seperti “aku yang mengepak barang sesuai daftar sehari sebelum jalan-jalan”. Kalau muncul sekitar tiga adegan, penjelasan itu memang milikmu, dan kalau tidak muncul satu pun, penjelasan itu belum jadi milikmu.
  3. Minta orang yang mengenalmu memilihkan satu baris saja. “Dari penjelasan ini, pilihin satu kalimat yang paling aku banget, dong.” Kalau kalimat yang dipilih temanmu berbeda dengan yang kamu pilih, perbedaan itu adalah petunjuk tentang dirimu yang terlihat dari luar.
  4. Baca ulang hasil yang sama beberapa bulan kemudian. Sering kali penjelasannya sama, tapi kalimat yang mengganjal sudah berubah. Kalau kamu baru memulai pekerjaan baru atau hubunganmu berubah, berarti caramu memandang diri sendiri juga sudah berubah sebanyak itu. Kalau kalimat yang kamu garis bawahi dulu dan yang kamu garis bawahi sekarang diletakkan berdampingan, kamu akan melihat tempat-tempat yang sudah kamu lewati di antara keduanya.
  5. Tulis ulang hasilnya dengan kata-katamu sendiri. Daripada nama tipe, coba perkenalkan dirimu dalam satu kalimat yang memuat dua tempat, seperti “orang yang menjaga suasana saat di depan orang, dan lama memutar-mutar pikiran saat sendirian”. Bagian yang sulit kamu pindahkan ke dalam kata-katamu sendiri adalah bagian yang masih perlu kamu kenali lebih jauh.

Jangan dibaca seperti ini

  • Jangan jadikan hasil tes sebagai alasan. “Aku memang tipe begini dari sananya” mudah berubah jadi kalimat yang mengakhiri obrolan, bukan penjelasan. Sebaiknya hasil tes dipakai untuk memahami diri, bukan untuk membebaskan diri dari tanggung jawab atas tindakan.
  • Penjelasan yang tidak cocok bukan berarti kamu yang aneh. Satu lembar penjelasan ditulis untuk banyak orang yang mendapat hasil sama, jadi tidak bisa memuat detail satu orang yang bernama kamu.
  • Ini juga bukan berarti tes lebih mengenal dirimu daripada kamu sendiri. Kalau hasil tes dan pengalamanmu berbenturan, mencermati benturan itu adalah jalan menuju pemahaman yang lebih dalam.
  • Ini juga bukan diagnosis. Tes kepribadian hanya menunjukkan kecenderungan, bukan menilai kesulitan batin.

Satu lembar hasil adalah titik awal

Momen saat pertama kali melihat hasil lalu berpikir “Ini aku” itu berharga. Kalau kamu tidak berhenti di situ dan mengikuti kalimat-kalimat yang mengganjal, satu lembar hasil akan terbentang menjadi dirimu di berbagai tempat. Sejak saat itu, hasil tes bukan lagi nama yang memastikan siapa dirimu, melainkan peta untuk makin mengenal dirimu.

Tes kepribadian gratis menampilkan lima corak yang dibagi menjadi dirimu di depan orang dan dirimu saat sendirian. Karena sudah terbagi jadi dua tempat sejak awal, kamu jadi lebih mudah menunjuk kalimat yang mengganjal itu cerita tentang tempat yang mana.

Tulisan ini dibuat untuk membantu memahami diri, dan tidak menggantikan diagnosis atau terapi psikologis. Kalau ada kesulitan yang berlangsung lama, cobalah bicara dengan tenaga profesional.

Bandingkan hasil MBTI-mu dengan 32 tipe kami →

Suka cerita ini?

“Kamu” dalam tulisan ini, benar-benar dirimu?

Cek diri publik & diri tersembunyimu gratis

Gratis · Mulai tanpa daftar