PERSONA.MONDAY
Cerita Persona

Belakangan semua terasa malas dan lelah — mungkin bukan malas, tapi burnout

Sudah istirahat tapi nggak pulih dan semua terasa hambar? Mungkin itu bukan malas, tapi burnout — bahan bakar yang sudah ludes.

"Belakangan semuanya terasa malas dan lelah." Bangun pagi saja berat, hal yang dulu kamu suka pun jadi hambar, dan istirahat pun nggak terasa mengisi ulang. Sambil begitu, kamu malah menambah menyalahkan diri "apa aku jadi malas?". Padahal ini bukan malas. Ini adalah kondisi bahan bakar yang sudah ludes, yang biasa disebut burnout. Di tulisan ini aku akan menguraikan kenapa burnout itu bukan malas, dan bagaimana cara mengisi ulang.

Bukan malas, tapi 'bahan bakar habis'

Malas dan burnout kelihatan mirip di luar, padahal bertolak belakang.

  • Malas itu tidak melakukan karena nggak mau. Energi ada, tapi motivasinya tidak ada.
  • Burnout itu ingin pun tak bisa melakukan. Bukan motivasinya yang tidak ada, tapi energi yang bisa dipakai sudah tak tersisa.

Justru burnout datang pada orang yang terlalu giat. Makin orang itu bertanggung jawab, berusaha bagus, dan bertahan sampai akhir, makin ia menghabiskan seluruh bahan bakarnya. Jadi lebih tepat dilihat sebagai "karena terlalu lama dan terlalu banyak membakar" alih-alih "karena aku lemah".

Sinyal yang dikirim burnout

Kalau bahan bakar ludes, tubuh dan hati mengirim sinyal.

  • Istirahat pun nggak pulih, bangun tidur pun masih lelah.
  • Hal yang dulu disuka jadi datar, emosi jadi hambar.
  • Hal kecil pun bikin kesal, atau sebaliknya nggak ada perasaan apa-apa.
  • Muncul rasa skeptis "apa sih makna semua ini".

Kalau sinyal ini kamu abaikan dengan "tahan pakai kekuatan mental", bahan bakar makin minus. Sinyal itu bukan kerusakan, melainkan pemberitahuan bahwa kamu butuh diisi ulang.

Cara mengisi ulang — pengisian berbeda tiap orang

Ada hal penting di sini. Cara mengisi ulang berbeda tiap orang.

  • Sebagian orang energinya terisi sambil berbaur dengan orang. Kalau sendiri malah makin tenggelam.
  • Sebagian orang terisi dalam waktu sendiri. Kalau bertemu orang malah makin terkuras.

Kalau kamu nggak tahu kamu yang mana, apa yang kamu kira mengisi ulang malah bisa jadi lebih menguras. Kalau kamu membatalkan semua janji karena lelah lalu sendirian tapi malah makin tenggelam, mungkin kamu adalah corak yang terisi dari orang. Sebaliknya pun begitu.

Selain itu:

  • Berhenti tanpa rasa bersalah: Hal terburuk bagi burnout adalah "cemas meski sedang istirahat". Izinkan waktu berhenti itu sebagai pengisian ulang, bukan pemborosan.
  • Mulai dari yang kecil: Kalau kamu mau bergerak setelah pulih total, kamu nggak akan pernah bergerak. Isi bahan bakar sedikit demi sedikit mulai dari satu hal yang sangat kecil (jalan kaki 10 menit).

Kenali dulu corak energimu

Titik awal keluar dari burnout adalah tahu "aku ini orang yang terisi dari apa". Kalau kamu tahu terisi dari orang atau dari kesendirian, dan apa yang paling cepat mengurasmu, istirahat yang sama pun bisa kamu pakai sebagai pengisian ulang yang sebenarnya.

Temui dulu sifatmu (diri luar & diri dalam) dan corak energimu lewat tes 1 menit. Di tempat yang tadinya kamu salahkan sebagai malas, masuklah pemahaman "oh, aku terisi dengan cara begini".

Tulisan ini ditujukan untuk membantu pemahaman diri, dan tidak menggantikan diagnosis atau terapi psikologis. Kalau rasa tak berdaya berlangsung terus, coba cari bantuan profesional.


Tulisan lain yang enak dibaca bareng

Apakah Anda menyukai cerita ini?

Penasaran dengan kepribadian Anda yang sebenarnya?

Tes diri luar & diri dalam-mu 1 menit