Aku yang gelisah kalau belum sempurna, boleh nggak sih sedikit melepas?
Sudah selesai semua pun masih terasa kurang 2% dan bikin gelisah. Cerita tentang melihat ulang perfeksionisme sebagai standar tinggi dan mengizinkan diri 'cukup baik'.
Aku yang sudah menyelesaikan semuanya pun terus mengamati ulang karena entah kenapa ada 2% yang terasa kurang. Perasaan saat orang lain bilang "sudah cukup, kamu sudah bagus", tapi cuma aku yang nggak puas. Lalu sebelum mulai pun aku menunda dengan dalih "toh nggak akan bisa sempurna..."
Perfeksionisme memang sering bikin kita lelah, tapi di akarnya sebenarnya ada keinginan untuk berhasil dengan baik dan standar yang tinggi. Itu sama sekali bukan hal yang buruk.
Perfeksionisme itu bukan 'kekurangan'
Mengejar kesempurnaan berarti kamu punya rasa tanggung jawab yang kuat dan menghargai detail. Pada hal yang kamu buat, ketelatenan itu terasa, dan orang-orang memercayainya.
Masalahnya bukan pada 'standar tinggi' itu sendiri. Standar tinggi adalah mesin yang membawamu ke hasil yang keren.
Masalahnya bukan standar, tapi 'saat ia tak membiarkanku beristirahat'
Perfeksionisme mulai menyiksamu saat standar itu membuatmu tak pernah puas selamanya.
- Saat sudah selesai pun kamu menyalahkan diri, "cuma bisa segini?"
- Saat kamu sama sekali tak bisa memulai karena takut tidak sempurna
- Saat kenikmatan dalam prosesnya hilang dan hanya tersisa kecemasan akan hasil
Di saat seperti ini, yang kamu butuhkan bukan membuang standar, melainkan latihan mengizinkan dirimu sendiri pada titik 'cukup baik'. Keberanian untuk melepaskan di angka 85, bukan 100.
Kalau kamu tahu corak kecenderunganmu, keseimbangan pun tercapai
Kalau kamu tahu di area mana kamu khususnya menerapkan standar tinggi, dan di momen mana kecemasanmu membesar, kamu bisa menarik garis "di sini sempurna, di sini secukupnya saja."
Jangan menjadikan perfeksionisme sebagai musuh, tapi jadikan ia saklar yang kamu tahu kapan dinyalakan dan kapan dimatikan.
Kenali dulu kecenderunganmu
Aku punya perfeksionisme dengan corak yang seperti apa, ya?
Kalau kamu merangkum kecenderunganmu dalam satu lembar lewat tes kepribadian gratis, perlahan mulai terlihat kenapa kamu tak bisa melepaskan di titik itu. Ke arah memahami diri, alih-alih mendesak diri.
👉 Kenali kecenderunganmu, gratis