32personas
Tes kepribadian

Begitu pacaran selalu cemas dan posesif

alasan sejati kecemasan kelekatan

Balasan telat sedikit saja, di kepalamu langsung muncul cerita panjang? Kecemasan dalam pacaran bukan tanda cintamu kurang, melainkan corak yang membaca sinyal kecil secara besar yang bertemu lingkaran “minta kepastian lagi dan lagi”, dan di sini ada hal-hal yang bisa kamu lakukan sebelum kecemasan itu berputar satu putaran penuh.

“Kamu” dalam tulisan ini, benar-benar dirimu? Cek diri publik & diri tersembunyimu gratis →

Pesan yang kukirim sekitar jam makan siang, angka 1 tanda belum dibaca di sebelahnya masih ada sampai lewat jam tiga sore. Aku mencoba membiarkannya, “mungkin dia lagi kerja”, tapi rasanya nada bicaranya kemarin lebih singkat dari biasanya, dan emotikon yang biasanya selalu ada juga tidak muncul. Itu terus mengganjal. Aku menggulir ruang obrolan ke atas dan membaca ulang percakapan beberapa hari terakhir. Balasan yang datang malam harinya sama sekali tidak berbeda dari biasanya, tapi di kepalaku, aku sudah terlanjur berputar satu putaran penuh sampai ke adegan putus. Lalu aku jadi benci pada diriku yang seperti itu. Kenapa setiap kali pacaran aku jadi begini?

Tulisan ini melihat lebih dekat bagaimana satu putaran itu berjalan. Kecemasan dalam pacaran tidak muncul karena hatimu lemah. Kecemasan itu membesar saat corak yang bereaksi kuat di depan hal yang berharga bertemu dengan beberapa lingkaran tertentu. Kalau lingkarannya terlihat, titik untuk memutusnya juga ikut terlihat.

Corak yang membaca sinyal kecil secara besar

Dalam psikologi, pola merasa sangat cemas akan ditinggalkan dalam hubungan disebut kelekatan cemas. Pola ini jadi makin jelas saat dua corak di bawah ini bertemu.

Corak dengan amplitudo emosi yang lebar. Orang yang hatinya bergelombang besar bahkan karena hal yang sama merasakan dua jam menunggu balasan lebih panjang daripada orang lain. Kepalanya tahu itu bukan masalah besar, tapi tubuhnya sudah tegang duluan. Makanya tekad “udah, nggak usah dipikirin” sering tidak mempan. Itu karena tubuh bereaksi lebih dulu daripada pikiran.

Corak dengan keramahan yang tinggi. Orang yang cermat membaca suasana hati orang lain bisa menangkap perubahan nada bicara sekecil apa pun. Kepekaan yang biasanya jadi kelebihan ini, dalam pacaran, terus-menerus memproduksi tafsiran seperti “kok pakai titik, dia marah ya?”. Makin bagus antenanya, makin banyak juga gangguan yang ikut tertangkap.

Kalau dua corak ini bertemu, setiap kali ada ruang kosong, tafsiran langsung membanjir. Dan hati yang cemas biasanya mengisi ruang kosong itu dengan cerita yang paling buruk. Alasan balasan telat ada puluhan, tapi dari semuanya, hanya “perasaannya padaku sudah dingin” yang terdengar paling keras.

Kenapa hanya dalam pacaran?

Kalau teman telat membalas, atau nada bicara rekan kerja terdengar singkat, kamu tidak sampai segoyah ini. Ada alasan kenapa kecemasan terasa jauh lebih kuat justru dalam pacaran.

Pertama, pacaran adalah hubungan tempat kamu menggantungkan rasa aman sebagian besar pada satu orang. Teman ada banyak, jadi kalau satu orang telat membalas, hubungan lain masih menopangmu. Tapi pasangan biasanya cuma satu. Karena beban sandaran hati terpusat di satu tempat, goyangan kecil pun terasa besar.

Kedua, aturan dalam pacaran itu samar. Di kantor ada jam kerja, dan antarteman ada ritme yang sudah terbangun lama. Tapi dalam hubungan yang baru dimulai, belum ada ketentuan seberapa sering berkabar itu dianggap wajar. Makin tidak ada aturan, makin banyak ruang kosong, dan makin banyak ruang kosong, makin banyak juga bahan untuk ditafsirkan.

Ketiga, dalam pacaran, dirimu yang di dalam paling banyak terlihat. Di depan teman atau rekan kerja kamu boleh tetap jadi dirimu yang di luar, tapi pada pasangan, kamu juga memperlihatkan sosokmu saat sendirian. Karena dia adalah orang yang kamu titipi sisi paling rapuhmu, perubahan kecil darinya terasa seperti penilaian terhadap dirimu.

Di luar kelihatan santai, di dalam bergejolak

Kalau mendengar tipe cemas, orang mudah membayangkan sosok yang menempel terus dan suka menginterogasi. Padahal kenyataannya, banyak juga yang mati-matian berusaha tidak menunjukkannya. Setelah dengan santai bilang “iya, have fun ya”, sepanjang malam itu ia menyalakan layar ponsel setiap beberapa menit. Alasan menyembunyikannya biasanya cuma satu. Ia tidak mau jadi orang yang merepotkan.

Jarak antara dirimu yang di luar dan dirimu yang di dalam inilah yang membesarkan kecemasan. Pasanganmu mengira semuanya baik-baik saja dan menjalani hari seperti biasa, sementara kamu menumpuk rasa kecewa sendirian. Lalu saat semuanya meledak sekaligus gara-gara hal yang sangat sepele, pasanganmu jadi bingung, “kok tiba-tiba begini?”, dan kamu jadi merasa, “tuh kan, dia memang nggak ngerti perasaanku”. Menyembunyikan kecemasan justru menciptakan salah paham.

Di atas itu, masih ada lingkaran minta kepastian. Kalau kamu bertanya “kamu sayang aku?” lalu mendengar “ya iyalah”, untuk sesaat hatimu tenang. Tapi rasa tenang itu tidak bertahan lama, dan lain kali kamu butuh kepastian yang lebih jelas. Kemarin “ya iyalah” sudah cukup, hari ini kamu harus mendengar suaranya juga. Kepastian tidak memadamkan kecemasan. Justru kecemasanlah yang tumbuh dengan memakan kepastian.

Coba cek sendiri

Perhatikan berapa banyak kalimat di bawah ini yang terasa seperti ceritamu. Ini bukan untuk menilai dirimu lewat jumlahnya, tapi untuk menemukan lingkaran mana yang berputar paling kencang.

  • Saat menerima pesan, kamu melihat jam balasannya lebih dulu daripada isinya.
  • Kalau nada bicaranya sedikit lebih singkat, kamu langsung memikirkan tiga atau empat kemungkinan alasannya.
  • Meskipun sudah mendengar jawaban “nggak apa-apa”, kamu tetap tidak percaya dan bertanya lagi.
  • Kamu tidak menunjukkan rasa kecewa, lalu suatu hari semuanya tumpah sekaligus.
  • Di hari pasanganmu sedang bersama teman-temannya, kamu jadi jauh lebih sering melihat ponsel.
  • Begitu mulai pacaran, olahraga atau janji yang biasa kamu jalani diam-diam berkurang.

Dua kalimat pertama lebih dekat dengan lingkaran tafsiran, dua kalimat di tengah dengan lingkaran menyembunyikan dan minta kepastian, dan dua kalimat terakhir dengan lingkaran yang menumpukan rasa aman pada satu orang. Mulailah memilih cara di bawah ini dari bagian yang paling banyak cocok denganmu.

Yang bisa kamu lakukan sebelum kecemasan berputar satu putaran

  1. Tulis dua tafsiran lain di sebelahnya. Kalau lingkaran tafsiranmu kuat, di samping “balasannya telat, perasaannya sudah dingin”, coba tulis juga “rapatnya molor” dan “ponselnya ketinggalan”. Tujuannya bukan menghapus cerita yang dibuat oleh kecemasan, melainkan melihat dengan mata sendiri bahwa itu bukan satu-satunya cerita.
  2. Tulis pesan yang ingin kamu kirim di aplikasi catatan dulu. Kalau “kenapa nggak ngabarin?” sudah sampai di ujung jari, tulis di aplikasi catatan lalu baca lagi 20 menit kemudian. Kalau saat itu kamu masih ingin mengirimnya, kirim saja. Tapi biasanya kalimatnya jadi jauh lebih lembut, atau malah tidak perlu dikirim lagi.
  3. Ceritakan keadaanmu, bukan pertanyaan minta kepastian. “Kamu sayang aku?” akan cepat membuatmu cemas lagi meskipun sudah mendapat jawaban. Kalau kamu menyampaikan keadaanmu dan satu hal yang kamu butuhkan, seperti “hari ini hatiku lagi agak cemas. Sebelum tidur, bisa teleponan lima menit aja?”, pasanganmu juga jadi tahu apa yang bisa ia lakukan. Kalau ia memenuhinya, ingat momen itu baik-baik. Makin banyak pengalaman bahwa kalau kamu bilang, ia akan merespons, makin mudah bagimu untuk mengajukan permintaan alih-alih minta kepastian saat kecemasan naik.
  4. Keluarkan rasa kecewa selagi masih kecil. Jangan ditumpuk di balik sikap pura-pura santai. Coba sampaikan saat ukurannya masih kecil. “Bukan hal besar sih, tapi aku agak kecewa janji kita kemarin berubah.” Rasa kecewa yang dikeluarkan selagi kecil jadi obrolan, sedangkan rasa kecewa yang menumpuk lalu meledak jadi pertengkaran.
  5. Jaga pilar-pilar di luar pacaran. Olahraga setiap Rabu, teman yang kamu temui sebulan sekali, hobi yang kamu lakukan sendirian. Jangan hapus dari kalendermu hal-hal yang sudah ada sejak sebelum pacaran. Kalau pilar penopang rasa amanmu ada banyak, seluruh harimu tidak akan goyah hanya karena satu balasan dari satu orang.

Jangan dibaca seperti ini

Sering merasa cemas bukan berarti kamu orang yang posesif. Bereaksi kuat karena takut kehilangan sesuatu yang berharga juga bisa jadi tanda hatimu dalam. Istilah tipe cemas pun hanyalah salah satu dari banyak cara untuk menjelaskan dirimu, bukan label yang mengikutimu seumur hidup. Ada juga orang yang kecemasannya pelan-pelan mereda setelah lama menjalani hubungan yang bisa dipercaya.

Dan tidak semua kecemasan disebabkan oleh corakmu. Kalau pasanganmu sering ingkar janji atau kata-kata dan tindakannya terus tidak sejalan, kecemasan itu mungkin bukan reaksi berlebihan, melainkan sinyal yang tepat. Saat itu, yang perlu kamu lakukan bukan menenangkan dirimu, tapi melihat kembali hubungan itu. Kalau hari-hari berat terus berlanjut sampai kamu tidak bisa tidur atau keseharianmu terganggu karena cemas, jangan tahan sendirian. Cobalah bicara dengan konselor profesional.

Menjadikan kecemasan sesuatu yang bisa ditangani

Untuk kecemasan dalam pacaran, tujuan yang realistis bukan menghilangkannya, tapi membuatnya bisa ditangani. Kalau kamu tahu lingkaran mana yang berputar, dan punya satu hal untuk diselipkan sebelum lingkaran itu berputar penuh, angka 1 yang sama pun akan terasa tidak seberat dulu. Kalau kamu merasa kepekaanmu membaca nada bicara orang lain terlalu tajam, bacalah Aku terlalu sering membaca suasana. Kalau pasanganmu justru tipe yang terus mundur, lanjutkan dengan Saat tipe cemas bertemu tipe menghindar.

Kalau kamu melihat dirimu di depan orang dan dirimu saat sendirian secara terpisah lewat tes kepribadian gratis, akan terlihat seberapa berbeda amplitudo emosimu di dua tempat itu. Kenapa di luar kamu pura-pura baik-baik saja sementara di dalam bergejolak, jarak itu akan tampak dalam angka.

Tulisan ini dibuat untuk membantu memahami diri, dan tidak menggantikan diagnosis atau terapi psikologis.

Suka cerita ini?

“Kamu” dalam tulisan ini, benar-benar dirimu?

Cek diri publik & diri tersembunyimu gratis

Gratis · Mulai tanpa daftar