32personas
Tes kepribadian

Kekuatan orang yang pendiam

tiga kekuatan seorang introvert

Pendiam bukan berarti tidak punya pikiran, tapi waktu tibanya pikiran itu yang berbeda. Tulisan ini membahas tiga kekuatan, yaitu mendengarkan dalam-dalam, mengamati, dan mendalam sendirian, serta cara membuat kekuatan itu terlihat tanpa harus lebih banyak bicara.

“Kamu” dalam tulisan ini, benar-benar dirimu? Cek diri publik & diri tersembunyimu gratis →

Rapat hampir selesai. Selama sejam, beberapa orang bergantian menyampaikan pendapat, dan kamu hampir hanya mendengarkan. Sejak tadi ada satu hal yang mengganjal di kepalamu. Semua orang cuma membahas jadwal, tapi tidak ada yang menentukan siapa yang akan memegang pekerjaan itu. Kamu sempat ingin bicara, tapi kehilangan momen, dan rapat pun selesai begitu saja. Saat keluar, rekan di sebelahmu bilang sambil tersenyum, "Hari ini pendiam lagi, ya."

Kalimat itu terasa sedikit menyakitkan karena selama sejam yang hening itu kamu bukannya tidak melakukan apa-apa. Kamu mendengarkan, mengamati, dan merangkum. Hanya saja, semua itu tidak keluar. Tulisan ini membahas dari mana tiga kekuatan orang pendiam berasal, dan cara membuat kekuatan itu terlihat tanpa memaksa diri untuk lebih banyak bicara.

Pendiam itu soal perbedaan waktu tibanya pikiran

Tiap orang punya tempat yang berbeda untuk memoles pikirannya. Orang yang berpikir sambil bicara mengeluarkan dulu apa yang terlintas, lalu memolesnya sambil bicara. Orang yang berpikir dulu baru bicara memolesnya lebih dulu di dalam, lalu hanya mengeluarkan yang bentuknya sudah cukup jelas.

Acara yang dihadiri banyak orang biasanya menguntungkan orang yang berpikir sambil bicara. Obrolan mengalir cepat, jadi selagi kamu memoles di dalam, topiknya sudah pindah. Karena itu, pikiran orang pendiam tiba terlambat, atau malah tidak pernah tiba. Diam sering kali terjadi bukan karena tidak ada isinya, tapi karena waktu tibanya pikiran itu berbeda.

Yang menarik, kalau tempatnya berubah, pihak yang diuntungkan juga berubah. Di tempat yang mengumpulkan pendapat lewat tulisan, seperti aplikasi chat atau dokumen bersama, pikiran orang pendiam tiba tepat waktu, karena ada waktu untuk memolesnya. Kamu mungkin pernah melihat orang yang hampir tidak bicara di rapat, tapi justru meninggalkan pendapat paling teliti di dokumen. Artinya, yang kurang dari orang pendiam bukan pikirannya, tapi waktu untuk pikiran itu tiba.

Tiga kekuatan orang yang pendiam

Kekuatan mendengarkan dalam-dalam. Karena tidak sibuk menyiapkan omongan untuk gilirannya, ia mendengarkan omongan orang lain sampai habis. Kalau temanmu, setelah lama mencurahkan kegelisahannya, bilang "habis cerita ke kamu, pikiranku jadi lebih jelas", kemungkinan besar itu bukan karena nasihatmu bagus, tapi karena kamu mendengarkan tanpa memotong.

Kekuatan mengamati. Selama tidak bicara, perhatiannya mengarah ke luar. Omongan siapa yang terpotong di tengah jalan, raut wajah siapa yang mengeras, apa yang belum diputuskan, semuanya terlihat. Menyadari bahwa tidak ada yang menentukan penanggung jawab di rapat tadi juga berkat kekuatan ini.

Kekuatan mendalam sendirian. Orang pendiam mendorong pikirannya sampai tuntas di waktu sendiri. Kalau kamu orang yang justru menemukan jawaban lebih baik setelah rapat selesai, saat mandi, atau sebelum tidur, berarti kamu punya kekuatan ini. Tanpa ada yang memberi rangsangan di sebelahmu pun, kamu bisa mendalam dengan sendirinya.

Ketiga kekuatan ini punya kesamaan. Semuanya terjadi di dalam. Karena itu, kalau tidak dikeluarkan secara khusus, di mata orang lain yang tersisa hanya "tadi dia diam".

Cek sendiri kekuatan apa yang ada di dalam diammu.

  • Teman-teman cenderung mencarimu lebih dulu saat punya masalah. (kekuatan mendengarkan)
  • Saat orang lain bicara, kamu cenderung mendengarkan sampai habis daripada menyiapkan omonganmu sendiri. (kekuatan mendengarkan)
  • Di acara kumpul, kamu lebih cepat dari orang lain menyadari siapa yang tampak tidak nyaman. (kekuatan mengamati)
  • Di rapat, apa yang belum diputuskan mudah tertangkap matamu. (kekuatan mengamati)
  • Sering kali jawaban yang lebih baik muncul setelah obrolan selesai. (kekuatan mendalam)
  • Walau lama sendirian, pikiranmu justru jadi rapi, bukan bosan. (kekuatan mendalam)

Kalau ada kekuatan yang kedua barisnya cocok, itulah kekuatan yang paling enak untuk kamu keluarkan lebih dulu. Dari cara-cara di bawah pun, mulailah dari yang cocok dengan kekuatan itu.

Rapat yang sama, yang dilakukan dua orang

Adegan rapatCorak yang berpikir sambil bicaraCorak yang berpikir dulu baru bicara
Saat agenda pertama kali munculLangsung mengucapkan pikiran yang terlintas sambil memolesnyaSambil mendengarkan, merapikannya dulu di kepala
Saat pendapat saling bertabrakanAktif meyakinkan dengan menyebut alasanMencari apa yang terlewat oleh kedua pihak
Saat rapat selesaiLega karena semua sudah diucapkanPikiran yang sudah rapi baru muncul sekarang
Keesokan harinyaSudah pindah ke urusan lainPikiran yang muncul kemarin jadi makin kokoh

Dua-duanya dibutuhkan tim. Masalahnya bukan muncul karena ada yang salah, tapi karena aturan rapat hanya disesuaikan dengan kecepatan satu pihak.

Kalau di luar ceria tapi saat sendirian pendiam

Orang pendiam tidak selalu diam. Banyak juga orang yang di kantor jadi penghidup suasana, tapi begitu menutup pintu rumah, tidak ingin bicara sepatah kata pun. Itu bukan ceria yang palsu. Dirinya di depan orang bergerak dengan corak sosialitas tinggi, lalu dirinya saat sendirian kembali ke corak yang pendiam. Kenapa perbedaan seperti ini bukan kepura-puraan dibahas lebih rinci di Diri yang beda muncul tergantung orangnya.

Pada orang seperti ini, tiga kekuatan tadi terutama ada di dirinya saat sendirian. Di luar ia sibuk menjaga suasana sampai tidak sempat mengucapkan apa yang ia amati, dan baru setelah sampai rumah pikirannya tersusun, "yang tadi itu agak aneh deh". Karena itu, latihan menyerahkan pikiran yang muncul saat sendirian kepada diri luarmu keesokan harinya akan sangat membantu.

Cara membuat kekuatanmu terlihat tanpa menambah jumlah bicara

  1. Siapkan satu kalimat saja sebelum rapat. Lihat agendanya lebih dulu, lalu tulis kalimat yang diawali "Ada satu hal yang saya khawatirkan." Satu kalimat yang sudah dipoles lebih dulu tidak akan tergeser oleh obrolan yang cepat.
  2. Pikiran yang tiba terlambat, kirim terlambat juga. Pikiran yang tersusun setelah rapat selesai boleh kamu kirim apa adanya. "Setelah saya rangkum isi rapat tadi, sepertinya penanggung jawabnya belum ditentukan." Satu pesan singkat yang dikirim setelah rapat kadang membekas lebih jelas daripada sepuluh kalimat selama rapat.
  3. Rangkum apa yang kamu dengar lalu kembalikan. Kekuatan mendengarkan dalam-dalam terlihat saat kamu merangkum. "Jadi yang paling mendesak sekarang soal jumlah orang, bukan jadwal, ya?" Dengan satu kalimat ini, tersampaikan bahwa kamu mendengarkan sampai habis, dan arah obrolan pun jadi jelas.
  4. Ucapkan hasil pengamatan tanpa menilai. "Soal anggaran sudah dua kali dibahas, tapi belum ada kesimpulan." Pendapat mengundang bantahan, tapi pengamatan hanya menyampaikan apa adanya, jadi jauh lebih mudah dikeluarkan. Ini kalimat pembuka paling mudah bagi orang pendiam.
  5. Punya kalimat untuk menjawab "kok diam banget?" "Lagi mendengarkan. Nanti kalau sudah tersusun, aku ngomong." Kamu tidak perlu membela diri, dan bisa memberi tahu dengan ringan bahwa diammu bukan tanda tidak peduli.

Jangan salah tangkap

  • Ini bukan berarti orang pendiam lebih dalam daripada orang yang banyak bicara. Orang yang berpikir sambil bicara juga berpikir cukup dalam. Prosesnya saja yang terlihat di luar.
  • Ini juga bukan berarti diam otomatis jadi kekuatan. Pikiran yang tidak dikeluarkan tidak akan sampai ke siapa pun. Karena itu perlu jalur untuk mengeluarkannya.
  • Kalau kamu ingin bicara tapi mulutmu tidak bisa terbuka karena gugup, itu cerita yang berbeda dari waktu tibanya pikiran. Kalau begitu, baca dulu Di depan orang aku jadi sangat gugup.
  • Ini juga bukan untuk memilah orang jadi introver dan ekstrover. Orang yang sama pun, tergantung tempatnya, kadang berpikir sambil bicara, kadang bicara setelah berpikir.

Penutup

Diam sering kali bukan hal yang harus diperbaiki, tapi kekuatan yang belum menemukan jalurnya. Alih-alih mengeraskan suara, coba keluarkan satu kalimat demi satu kalimat tentang apa yang terjadi di dalam dirimu. Kalau kalimat-kalimat itu menumpuk, "orang yang pendiam" berubah jadi "orang yang kalau bicara, semua ikut mendengarkan".

Tes kepribadian gratis menampilkan dirimu di depan orang dan dirimu saat sendirian secara terpisah dalam lima ciri kepribadian. Kalau kamu melihat bagaimana sosialitasmu berbeda di dua situasi itu, kamu bisa tahu diammu adalah ciri dari situasi yang mana, dan di mana tiga kekuatan itu paling mudah kamu keluarkan.

Tulisan ini dibuat untuk membantu memahami diri, bukan pengganti diagnosis atau terapi psikologis.

Suka cerita ini?

“Kamu” dalam tulisan ini, benar-benar dirimu?

Cek diri publik & diri tersembunyimu gratis

Gratis · Mulai tanpa daftar