32personas
Diri publik & pribadi

Kenapa aku saat bekerja berbeda dari aku biasanya

Di kantor tenang dan tanpa celah, tapi sampai di rumah seperti jadi orang lain? Kalau dirimu di tempat kerja dan dirimu saat sendirian ditumpuk, kelihatan mana kekuatan yang awet dipakai dan mana kekuatan yang mahal ongkosnya.

“Kamu” dalam tulisan ini, benar-benar dirimu? Cek diri publik & diri tersembunyimu gratis →

Di ruang rapat, kamu orang yang cukup bisa diandalkan. Kamu merangkum pendapat yang berserakan, dan tetap tenang mengusulkan alternatif walau jadwal berantakan. Rekan kerja bilang kamu orang yang bikin tenang kalau diserahi pekerjaan. Tapi begitu pulang dan menutup pintu depan, kamu jadi orang lain. Tidak ada tenaga untuk membalas pesan teman, memilih menu makan malam saja malas, dan janji akhir pekan kalau bisa ingin kamu undur. Kadang kamu bingung juga. Dirimu di kantor dan dirimu di rumah, mana yang asli?

Dua-duanya kamu yang asli. Tempat kerja adalah tempat yang menuntut tanggung jawab, kerja sama, dan hasil dengan jelas, jadi di situlah diri luarmu, alias diri publik, menyala paling terang. Tulisan ini melihat sisi yang menyala saat bekerja pada tiap corak, lalu memilah mana kekuatan yang awet dipakai dan mana kekuatan yang mahal ongkosnya.

Tempat kerja paling keras memanggil diri luarmu

Semua orang mengeluarkan corak yang berbeda sesuai tempatnya. Tempat kerja punya tuntutan yang lebih jelas daripada tempat mana pun. Ada tenggat, ada peran yang dipegang, ada rekan yang memperhatikanmu. Di tempat seperti ini, sisi yang biasanya jarang dipakai pun ikut terpanggil keluar. Itu bukan kepura-puraan, tapi adaptasi. Kamu memang sedang mengeluarkan kemampuan yang dibutuhkan tempat itu.

Karena itu, dirimu saat bekerja dan dirimu saat sendirian bisa cukup jauh berbeda di beberapa corak. Corak mana yang berbeda, lain orang lain lagi.

CorakDirimu di tempat kerjaDirimu setelah pulang kerja
SosialitasMemimpin rapat dan menghidupkan suasanaMembalas pesan pun ingin ditunda
KeteraturanMenepati tenggat dan daftar cek dengan disiplinPiring kotor menumpuk pun tidak masalah
Sifat kooperatifMenyelaraskan pendapat antardivisi dengan luwesSatu kalimat dari keluarga saja bikin sensitif
Amplitudo emosiTampak tenang walau ada masalahBaru di rumah semua kejadian hari itu datang sekaligus

Kalau ada baris yang terasa “ini aku banget”, corak itulah yang paling banyak meregang di tempat kerja.

Corak yang meregang ingin kembali ke tempat asalnya begitu jam kerja usai. Emosi yang ditahan seharian dan kepedulian yang terus menyesuaikan diri seharian terlepas sekaligus di rumah. Kamu gampang sensitif pada keluarga atau orang terdekat bukan karena mereka kurang berharga, tapi karena kamu bertemu mereka saat tenagamu hampir habis. Kalau tahu ini, kamu jadi tidak terlalu membenci dirimu di malam hari.

Ada juga arah sebaliknya, yaitu orang yang di rumah pendiam tapi justru hidup di tempat kerja. Ini muncul pada corak yang mendapat tenaga dari berinteraksi dengan orang tapi tinggal sendirian di rumah yang terlalu sepi, atau pada orang yang suka hal baru tapi pekerjaan rumahnya selalu itu-itu saja. Bagi orang seperti ini, tempat kerja bukan tempat menghabiskan energi, tapi tempat mengisinya. Arahnya ke mana pun, intinya sama. Kamu perlu tahu di mana beda dua sisi itu melebar supaya terlihat di mana tenagamu bocor dan di mana ia terisi.

Kekuatan yang awet dan kekuatan yang mahal ongkosnya

Ini bagian yang paling ingin disampaikan tulisan ini. Kekuatan yang terlihat dalam pekerjaan bisa dibagi jadi dua jenis.

Kekuatan yang muncul di dua sisi. Ada orang yang teliti saat bekerja, dan di rumah pun senang merapikan laci. Kekuatan seperti ini mengalir dari corak aslinya, jadi walau dipakai lama tidak terlalu melelahkan. Setelah dipakai, perasaan malah bisa jadi lebih enak.

Kekuatan yang hanya muncul di tempat kerja. Ada orang yang pandai bicara dalam rapat, tapi setelah pulang ingin tutup mulut. Kekuatan ini juga jelas kemampuan yang nyata. Hanya saja, karena dipanggil oleh peran, setiap kali dipakai energinya terkuras banyak. Bisa dibilang, ini kekuatan yang mahal ongkosnya.

Ketelitian yang sama bisa jadi kekuatan yang awet bagi satu orang, dan kekuatan yang mahal ongkosnya bagi orang lain. Jadi patokannya bukan nama kekuatannya, tapi keadaanmu setelah memakainya. Kalau setelahnya terasa segar, berarti yang awet. Kalau setelahnya kamu perlu istirahat lama, berarti yang mahal ongkosnya.

Yang repot, kekuatan yang mahal ongkosnya justru lebih gampang menarik perhatian. Kalau orang yang biasanya pendiam ternyata jago presentasi, orang sekitar yang lebih dulu menyadarinya. Makin sering dipuji, makin sering peran itu kembali datang, jadi pekerjaan lancar tapi perjalanan pulang makin terasa berat. Kalau kamu jago bekerja tapi selalu kelelahan, sudah waktunya mengecek apakah titik berat pekerjaanmu condong ke kekuatan yang mahal ongkosnya.

Cek sendiri

Makin banyak kalimat di bawah ini yang terasa akrab, makin besar porsi kekuatan yang mahal ongkosnya dalam pekerjaanmu sekarang.

  • Sisi dirimu yang dipuji rekan kerja justru bagian yang paling berat bagimu.
  • Satu dua jam setelah pulang kerja, kamu tidak ingin bicara dengan siapa pun.
  • Satu hari di akhir pekan harus kamu habiskan tanpa melakukan apa-apa supaya bisa bertahan minggu depan.
  • Saat liburan, membayangkan dirimu yang sedang bekerja terasa sedikit asing.
  • Kalau disuruh melakukan pekerjaan yang dipuji di kantor itu di rumah juga, tanganmu enggan bergerak.

Lima cara memakai kekuatanmu dengan cara yang cocok untukmu

  1. Bagi daftar kekuatanmu jadi dua kolom. Tulis di kertas lima hal yang sering dipuji saat kamu bekerja, lalu tandai mana yang juga kamu lakukan dengan sendirinya di rumah. Yang ditandai adalah kekuatan yang awet, yang tidak ditandai adalah kekuatan yang mahal ongkosnya. Dari satu daftar ini saja kelihatan di mana kamu mendapat tenaga dan di mana kamu memakainya. Kalau bingung, bertanya ke teman dekat, “Aku di rumah juga begini, nggak?” juga bisa jadi cara.
  2. Geser pekerjaan sedikit demi sedikit ke arah kekuatan yang awet. Saat pembagian tugas, angkat tangan lebih dulu untuk pekerjaan yang memakai kekuatan yang awet. Misalnya kalau kamu memang senang merapikan data, bilang duluan, “Rekap data kuartal ini biar aku yang pegang.” Jumlah pekerjaannya sama, tapi kamu tidak terlalu terkikis.
  3. Pasang jeda pemulihan setelah memakai kekuatan yang mahal ongkosnya. Setelah rapat panjang atau presentasi, jangan langsung pasang rapat berikutnya, tapi masukkan waktu sendiri ke kalender walau cuma lima belas menit. Di minggu yang ada presentasi besar, mengumpulkan pekerjaan yang bisa dikerjakan fokus sendirian di pagi hari berikutnya juga bagus. Kekuatan yang mahal ongkosnya bukan untuk dibuang, tapi kekuatan yang perlu diimbangi waktu mengisi ulang sebanyak yang sudah dipakai.
  4. Minta satu hal saja soal cara kerja. Kalau kamu tipe yang baru lancar bicara setelah berpikir sendiri lebih dulu, coba tanyakan, “Bisa nggak agenda rapatnya aku terima sehari sebelumnya?” Kalau kamu tipe yang pikirannya terurai saat berinteraksi dengan orang, kamu bisa mengusulkan rapat tatap muka singkat alih-alih email panjang. Satu syarat kecil yang cocok dengan corakmu membuat kekuatan yang sama jauh lebih murah ongkosnya.
  5. Buat sinyal untuk meletakkan peran di perjalanan pulang. Misalnya mendengarkan satu lagu favorit begitu keluar dari gedung kantor, atau langsung ganti baju begitu sampai rumah. Tetapkan sinyal peralihan dari diri luar ke diri dalam. Makin jelas peralihannya, makin kecil kemungkinan ketegangan kerja ikut terbawa ke rumah.

Jangan salah tangkap

  • Ini bukan berarti dirimu saat bekerja adalah topeng. Kekuatan yang mahal ongkosnya juga kemampuan yang benar-benar kamu miliki.
  • Ini juga bukan berarti kekuatan yang mahal ongkosnya harus dibuang. Pakai saat dibutuhkan, lalu pulihkan diri sebanyak yang sudah dipakai.
  • Kalau satu baris di tabel cocok denganmu, kamu tidak perlu langsung menyimpulkan dirimu lewat corak itu. Pada orang yang sama pun, corak yang melebar bisa berbeda tergantung masa dan perannya.
  • Kalau rasa lemas setelah pulang kerja berlangsung berminggu-minggu dan tidak pulih walau sudah istirahat, bisa jadi itu bukan soal kekuatan, tapi burnout. Baca dulu Belakangan semua terasa malas dan lelah, dan kalau berlangsung lama, bicarakan dengan tenaga profesional.

Singkatnya

Dirimu saat bekerja berbeda dari dirimu biasanya bukan karena salah satunya palsu, tapi karena tempat kerja adalah tempat yang paling keras memanggil diri luarmu. Kalau perbedaan itu ditumpuk, terlihat mana kekuatan awet yang muncul di dua sisi, dan mana kekuatan mahal yang hanya muncul saat bekerja. Geser pekerjaanmu ke arah kekuatan yang awet, dan di hari kamu banyak memakai kekuatan yang mahal, jangan lupa memulihkan diri. Kalau kamu makin penasaran kenapa diri yang berbeda muncul di tiap tempat, baca juga Diri yang beda muncul tergantung orangnya.

Tes kepribadian gratis menampilkan dirimu di depan orang dan dirimu saat sendirian secara terpisah dalam lima ciri kepribadian. Kalau ada ciri kepribadian yang skornya sangat berbeda di dua situasi itu, besar kemungkinan itulah ciri yang paling menguras energimu di tempat kerja.

Tulisan ini dibuat untuk membantu memahami diri, bukan pengganti diagnosis atau terapi psikologis.

Suka cerita ini?

“Kamu” dalam tulisan ini, benar-benar dirimu?

Cek diri publik & diri tersembunyimu gratis

Gratis · Mulai tanpa daftar