PERSONA.MONDAY
Cerita Persona

Saat harga dirimu terus menurun — itu bukan karena kamu kurang

Sepatah kata kecil saja bikin goyah seharian? Harga diri yang menurun bukan karena kamu kurang, tapi terjadi saat kamu mengukur dirimu dengan standar orang lain.

Pernah nggak, satu kata kecil bikin goyah seharian, semua orang seperti hidupnya baik-baik saja sementara cuma kamu yang seolah jalan di tempat, dan terbersit "kenapa aku cuma segini?" Harga diri yang menurun pun ada sebabnya.

Harga diri yang rendah bukan karena kamu kurang

Alasan harga diri goyah berbeda-beda tiap orang. Salah satu yang sering muncul adalah saat tanpa sadar kamu mengukur dirimu dengan 'standar orang lain'. Kalau standarnya ada di luar, sehebat apa pun kamu, selalu terlihat ada orang lain yang lebih hebat darimu.

  • Pujian cepat terlupakan, tapi kritik bertahan lama
  • Setelah lihat media sosial, anehnya kamu jadi merasa kecil
  • Kalimat "segini sudah cukup" hanya pelit untuk dirimu sendiri

Ini bukan karena hatimu lemah, melainkan karena keinginanmu untuk melakukan yang baik dan ingin diakui itu begitu besar. Masalahnya saat standar itu terus kamu pinjam dari luar.

Kalau perbandingan berlarut-larut, 'aku' jadi kabur

Membandingkan itu otomatis dilakukan semua orang. Bukan berarti harus berhenti — hanya saja kalau yang tersisa cuma perbandingan, apa yang kamu sukai dan dengan ritme apa kamu hidup menghilang, lalu yang tersisa hanya 'di atas atau di bawah orang lain'. Padahal corak bawaan tiap orang berbeda, dan kalau dibariskan dalam satu deret, pasti ada yang selalu berada di bawah. Maka saat perbandingan muncul, coba alihkan pandangan sejenak ke "aku ini orang yang seperti apa?"

Antara diri yang kutunjukkan dan diri yang kurasakan di dalam

Kalau diri yang berpura-pura baik di depan orang (bon-kae, diri luar) dan diri yang benar-benar kamu rasakan saat sendirian (bu-kae, diri dalam) terlalu berbeda, harga diri jadi makin goyah. Kalau kamu tahu jarak antara kedua sosok itu, kamu bisa menjadikan "aku yang kukenal" — bukan "aku yang dilihat orang lain" — sebagai standar. Itulah pusat yang bisa kamu sandari.

Bukan standar orang lain, tapi corakmu dulu

Harga diri bukan muncul karena kamu jadi lebih hebat; makin kamu mengenal dirimu apa adanya, makin ada tempat untuk kembali sekalipun kamu goyah. Tes 1 menit memang tidak langsung menaikkan harga dirimu, tapi sebagai langkah pertama melihat 'aku' dulu alih-alih membandingkan — cek corak diri luar (bon-kae) dan diri dalam (bu-kae) kamu, sesuatu yang bukan soal hebat atau tidaknya, melainkan sekadar dirimu sendiri.

Kalau kamu kesulitan begitu lama sampai berat ditanggung sendirian, mencari bantuan profesional juga pilihan yang baik.


Tulisan lain yang enak dibaca bareng

Apakah Anda menyukai cerita ini?

Penasaran dengan kepribadian Anda yang sebenarnya?

Tes 1 menit diri luar & diri dalamku